Mufasyahnews.com, Makassar – Paraikatte Community berkolaborasi dengan Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM), khususnya Program Studi Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup, dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga melalui Pendidikan Lingkungan dan Pemanfaatan Kain Bekas Menjadi Pot Tanaman sebagai Praktik Ekonomi Sirkular.” (15/08).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi sekaligus praktik langsung memanfaatkan kain bekas menjadi pot tanaman yang bernilai guna dan memiliki nilai estetika.
Paraikatte Community dalam kegiatan tersebut diwakili langsung oleh Sekretaris Paraikatte Community, Muhammad Alwi, S.I.Kom., yang hadir mewakili Ketua Umum. Ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan Program Pascasarjana UNM serta menilai kegiatan tersebut memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.
“Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar mengajarkan bagaimana memanfaatkan kain bekas menjadi pot tanaman, tetapi juga membangun kesadaran bahwa sesuatu yang dianggap sebagai limbah masih dapat memiliki nilai guna dan bahkan nilai ekonomi. Kami berharap keterampilan yang diperoleh hari ini dapat diterapkan di lingkungan keluarga dan masyarakat,” ujar Muhammad Alwi.
Menurutnya, kolaborasi antara komunitas dan dunia akademik perlu terus dikembangkan karena dapat menghadirkan program yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga solusi praktis bagi masyarakat.
“Kolaborasi antara komunitas dan dunia akademik seperti ini perlu terus dikembangkan. Kami berharap kegiatan hari ini menjadi awal dari sinergi yang lebih luas dan berkelanjutan dalam menciptakan masyarakat yang kreatif, mandiri, serta peduli terhadap lingkungan,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Prof. Dr. Nulita Perfiwi, Dosen Pascasarjana Universitas Negeri Makassar, yang menekankan pentingnya pendidikan lingkungan yang dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
“Pendidikan lingkungan tidak hanya berbicara tentang teori, tetapi bagaimana pengetahuan tersebut dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang memberikan manfaat. Pemanfaatan kain bekas menjadi pot tanaman merupakan salah satu contoh praktik ekonomi sirkular yang mudah dilakukan dan dapat dikembangkan oleh masyarakat,” ungkap Prof. Dr. Nulita Perfiwi.
Ia menjelaskan bahwa pemberdayaan ibu rumah tangga memiliki peran strategis dalam membangun kebiasaan peduli lingkungan, karena keluarga merupakan salah satu tempat utama dalam membentuk perilaku dan kesadaran lingkungan.
“Harapan kami, setelah kegiatan ini para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Apa yang dipelajari hari ini dapat terus dikembangkan, tidak hanya untuk mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang kreativitas dan nilai ekonomi bagi keluarga,” tambahnya.
Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan konsep ekonomi sirkular, yaitu pola pemanfaatan sumber daya dengan mengurangi limbah, menggunakan kembali material yang masih memiliki nilai, serta menciptakan manfaat baru dari barang yang sebelumnya dianggap tidak terpakai.
Paraikatte Community menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap sinergi dengan Program Pascasarjana UNM dapat terus berlanjut melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat lainnya. Kolaborasi antara dunia akademik dan komunitas diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang sederhana, aplikatif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Paraikatte Community dan Program Pascasarjana UNM menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana di rumah, sementara pemberdayaan masyarakat dapat tumbuh dari pengetahuan, kreativitas, dan kolaborasi.












