Mufasyahnews.com, Tonrokassi Barat – Sebuah langkah signifikan diambil oleh Tim PPK Ormawa HMJ Geografi FMIPA UNM dalam upaya memajukan pariwisata berbasis Cleannes, Healt, Safety, and Enviroment Sustainabilyty (CHSE) dengan menyelenggarakan kegiatan pelatihan di SMAS BABUSSALAM DDI KASSI Kelurahan Tonrokassi Barat. Sabtu, 13 Juli 2024.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan, termasuk Ketua dari Ormawa HMJ GEOGRAFI FMIPA UNM, Lurah Tonrokassi Barat, tokoh masyarakat setempat, Karang Taruna, anggota POKDARWIS, serta perwakilan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Jeneponto yang diwakili oleh Kabid Destinasi Pariwisata.
Dalam Laporannya, Ketua Panitia, Fransiska Stepani, menyampaikan laporan lengkap mengenai kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan dan yang akan dilaksanakan kedepannya.
“Kami telah menjalankan beberapa Program kerja kami selama melakukan Pengabdian di Kelurahan ini, Pelatihan Pariwisata berbasis CHSE ini juga merupakan serangkaian dari Program kerja kami, dan masih ada beberapa Program Kerja yang akan kami jalankan kedepannya, jadi kami harapkan kesiapan dari teman-teman sekalian” ujar Fransiska.
Ia juga mengungkapkan harapannya agar pelatihan ini dapat menjadi titik awal untuk mengembangkan destinasi wisata Birtaria Kassi secara berkelanjutan dan dapat menerapkan stadar CHSE.
Ketua Ormawa HMJ Geografi FMIPA UNM, Syahril Al Qadri, dalam sambutannya menekankan pentingnya pelatihan ini bagi keberlanjutan wisata Birtaria Kassi.
“Pelatihan ini sangat penting untuk memastikan bahwa pariwisata di Birtaria Kassi dapat berkembang dengan baik dengan standar CHSE tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan kita. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat, kita bisa menciptakan destinasi wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga berkelanjutan,” kata Syahril.
Lurah Tonrokassi Barat, Ibu Hasmawati S.E, memberikan sambutan yang penuh apresiasi kepada Tim Pelaksana. “Saya sangat mengapresiasi dedikasi dan kerja keras dari Tim PPK Ormawa HMJ Geografi FMIPA UNM dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Inisiatif ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pariwisata di desa kita. Saya berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat dan membantu mengangkat potensi pariwisata yang ada,” ungkapnya.
Beliau juga menegaskan komitmen pemerintah desa dalam mendukung setiap upaya yang bertujuan untuk memajukan pariwisata lokal.
Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Kabid Destinasi Pariwisata Kabupaten Jeneponto, Ibu An. Hj. Sitti, SE.MH, yang mewakili Kepala Dinas Pariwisata. Dalam sambutannya, Beliau menyampaikan dukungan penuh dari Dinas Pariwisata terhadap kegiatan ini.
“Kami sangat mendukung inisiatif ini dan berharap pelatihan berbasis CHSE ini dapat meningkatkan kapasitas dan keterampilan masyarakat dalam mengelola destinasi wisata secara profesional dan berkelanjutan. Birtaria Kassi memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Jeneponto,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta akan mendapatkan materi yang mencakup berbagai aspek penting dalam pengelolaan pariwisata, mulai dari Pengantar dan pengenalan CHSE yang akan dijelaskan oleh pemateri dari Dinas Pariwisata Kabupaten Jeneponto, Kebersihan dan Kesehatan dalam Pariwisata berbaisis CHSE yang akan dibawakan oleh pemateri dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Keselamatan dan Keamanan pariwisata berbasis CHSE yang akan dijelaskan oleh pemateri dari BPBD Kabupaten Jeneponto, dan kelestarian Lingkungan dalam Pariwisata berbasis CHSE yang akan dibawakan oleh pemateri dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jeneponto.
Serta akan dilakukan sertifikasi dan manjemen pariwisata dalam pariwisata berbasisi CHSE. Diharapkan dengan pengetahuan yang diperoleh, para peserta dapat berkontribusi secara aktif dalam mengembangkan potensi wisata di daerah mereka, serta menjadikan Birtaria Kassi sebagai destinasi wisata yang unggul dan berkelanjutan.
Selain sesi pelatihan, kegiatan ini juga akan diisi dengan diskusi kelompok, dan studi kasus untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada peserta. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk membangun jaringan dan kerjasama antara berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan pariwisata di Tonrokassi Barat.
Dengan dibukanya kegiatan pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapatkan dalam praktek nyata dan membawa dampak positif bagi kemajuan pariwisata lokal. Pelatihan ini diharapkan menjadi awal dari berbagai kegiatan positif lainnya yang akan mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata.












