Mufasyahnews.com, Makassar – Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah memberikan tanggapan kontroversial terkait pengiriman teror kepala babi ke kantor redaksi Tempo. Saat diminta komentarnya, Hasan menyarankan agar kepala babi tersebut “dimasak saja”, yang kemudian memicu berbagai reaksi dari masyarakat dan tokoh publik.
Aktor Fedi Nuril menanggapi pernyataan tersebut dengan nada kritis. Melalui akun media sosialnya, Fedi menulis, “Kepala Komunikasi Presiden @NasbiHasan diminta tanggapan tentang wartawati @tempodotco yang dikirimkan kepala babi, dijawab dengan ‘udah, dimasak aja’. Lagi-lagi pemerintah menunjukkan komunikasi yang buruk dengan tidak bersimpati. Ingat, Bang. Mulut Anda adalah mulut presiden!”
Fedi juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap sikap wartawan Tempo, Francisca Christy Rosana (Cica), yang menerima teror tersebut. Ia menulis, “Saya turut prihatin atas apa yang dialami Mbak @chichafrancisca. Saya kagum beliau masih bisa terlihat santai, tapi saya tetap mengecam tindakan intimidasi dengan mengirimkan kepala babi.”
Selain itu, Fedi mempertanyakan tindakan Hasan yang menghapus cuitan sebelumnya yang menuding pengkritik RUU TNI menyebarkan provokasi. Ia menulis, “Kenapa cuitan ini dihapus, Bang @NasbiHasan? @pco_ri @Uki23.”
Fajar
Pernyataan Hasan Nasbi mengenai teror kepala babi ini telah menimbulkan kritik dari berbagai pihak. Beberapa warganet menilai bahwa respons tersebut tidak menunjukkan empati terhadap ancaman yang dialami oleh wartawan Tempo. Seorang pengguna media sosial menulis, “Disini Hasan Nasbi bercanda soal ‘dimasak saja kepala babinya’ itu menurut saya adalah pernyataan paling gila dan ga waras diucapkan oleh kepala kantor komunikasi presiden.”
Insiden ini menyoroti pentingnya sikap sensitif dan empati dari pejabat publik dalam menanggapi isu-isu yang berkaitan dengan kebebasan pers dan keamanan jurnalis.












