Mufasyahnews.com, Makassar – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pada Maret 2025 terjadi inflasi sebesar 1,65 persen secara bulanan (month-to-month/mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi mencapai 1,03 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 106,13 pada Maret 2024 menjadi 107,22 pada Maret 2025.
Kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan adalah perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, dengan inflasi sebesar 8,45 persen dan kontribusi 1,18 persen. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh berakhirnya diskon tarif listrik yang diberikan pemerintah hingga 28 Februari 2025.
Selain itu, beberapa komoditas pangan juga turut mendorong inflasi, seperti bawang merah yang memberikan andil inflasi sebesar 0,11 persen, cabai rawit sebesar 0,06 persen, daging ayam ras sebesar 0,03 persen, dan emas perhiasan sebesar 0,05 persen.
Menariknya, pada Maret 2025, kelompok transportasi mengalami deflasi sebesar 0,08 persen, didorong oleh penurunan tarif angkutan udara yang menyumbang deflasi 0,04 persen. Hal ini berbeda dari tren sebelumnya, di mana tarif transportasi biasanya meningkat menjelang periode Ramadan dan Idulfitri.
Secara keseluruhan, inflasi tahunan sebesar 1,03 persen dipengaruhi oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran, terutama makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 2,07 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi 8,71 persen.












