Mufasyahnews.com, Makassar – Arsenal akhirnya kembali menjuarai Liga Inggris setelah menunggu selama 22 tahun. The Gunners resmi memastikan gelar Premier League musim 2025/2026 sekaligus mengakhiri periode panjang kegagalan dan label “hampir juara” yang melekat dalam beberapa musim terakhir.
Keberhasilan ini menjadi trofi liga pertama Arsenal sejak musim 2003/2004, ketika klub asal London Utara tersebut mencatat sejarah sebagai tim “Invincibles” di bawah pelatih legendaris Arsène Wenger. Kini, di era Mikel Arteta, Arsenal kembali berdiri di puncak sepak bola Inggris.
Gelar juara musim ini diraih setelah perjalanan yang tidak mudah. Dalam beberapa tahun terakhir, Arsenal kerap gagal di momen penentuan saat bersaing dengan Manchester City yang mendominasi Premier League dalam era modern.
Arteta juga sempat mendapat kritik ketika proses pembangunan ulang tim berjalan tidak stabil. Namun perlahan, mantan kapten Arsenal itu berhasil membentuk skuad muda yang kini tampil solid dan konsisten sepanjang musim.
Pemain-pemain seperti Bukayo Saka, Martin Ødegaard, Declan Rice, dan William Saliba menjadi sosok penting dalam kebangkitan Arsenal. Kombinasi pemain muda, permainan agresif, dan mental bertanding yang lebih matang membuat The Gunners mampu mematahkan tekanan yang selama ini menghantui mereka.
Euforia kemenangan Arsenal turut dirasakan pengamat sepak bola Indonesia, Justinus Lhaksana atau Coach Justin. Melalui unggahan di akun Instagramnya, ia mengaku kembali merasakan momen Arsenal juara setelah penantian panjang selama lebih dari dua dekade.
“Setelah 22 tahun gue menikmati lagi Arsenal juara. Dan ini ya karena City yang lagi bapuk dan Liverpool juga,” ujar Coach Justin sambil bercanda dalam videonya.
Komentar tersebut ramai diperbincangkan penggemar sepak bola Indonesia. Sebagian menilai pernyataan itu sebagai candaan khas Coach Justin, sementara lainnya menegaskan keberhasilan Arsenal musim ini tetap tidak lepas dari peran besar Arteta dalam membangun tim selama beberapa tahun terakhir.
Bagi banyak pendukung Arsenal, gelar ini bukan sekadar trofi. Ada generasi fans yang tumbuh tanpa pernah menyaksikan klub kesayangannya menjadi juara Liga Inggris. Karena itu, keberhasilan musim ini menjadi penutup dari penantian panjang yang penuh emosi.
Setelah 22 tahun menunggu, Arsenal kini bukan lagi sekadar tim muda penuh potensi. The Gunners resmi kembali menjadi Raja Inggris.












