Fedi Nuril Kritik Pedas Hasan Nasbi Soal Kepala Babi: ‘Mulut Anda Adalah Mulut Presiden

- Admin

Selasa, 25 Maret 2025 - 13:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Makassar – Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah memberikan tanggapan kontroversial terkait pengiriman teror kepala babi ke kantor redaksi Tempo. Saat diminta komentarnya, Hasan menyarankan agar kepala babi tersebut “dimasak saja”, yang kemudian memicu berbagai reaksi dari masyarakat dan tokoh publik. ​

Aktor Fedi Nuril menanggapi pernyataan tersebut dengan nada kritis. Melalui akun media sosialnya, Fedi menulis, “Kepala Komunikasi Presiden @NasbiHasan diminta tanggapan tentang wartawati @tempodotco yang dikirimkan kepala babi, dijawab dengan ‘udah, dimasak aja’. Lagi-lagi pemerintah menunjukkan komunikasi yang buruk dengan tidak bersimpati. Ingat, Bang. Mulut Anda adalah mulut presiden!” ​

Fedi juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap sikap wartawan Tempo, Francisca Christy Rosana (Cica), yang menerima teror tersebut. Ia menulis, “Saya turut prihatin atas apa yang dialami Mbak @chichafrancisca. Saya kagum beliau masih bisa terlihat santai, tapi saya tetap mengecam tindakan intimidasi dengan mengirimkan kepala babi.” ​

Selain itu, Fedi mempertanyakan tindakan Hasan yang menghapus cuitan sebelumnya yang menuding pengkritik RUU TNI menyebarkan provokasi. Ia menulis, “Kenapa cuitan ini dihapus, Bang @NasbiHasan? @pco_ri @Uki23.” ​
Fajar

Pernyataan Hasan Nasbi mengenai teror kepala babi ini telah menimbulkan kritik dari berbagai pihak. Beberapa warganet menilai bahwa respons tersebut tidak menunjukkan empati terhadap ancaman yang dialami oleh wartawan Tempo. Seorang pengguna media sosial menulis, “Disini Hasan Nasbi bercanda soal ‘dimasak saja kepala babinya’ itu menurut saya adalah pernyataan paling gila dan ga waras diucapkan oleh kepala kantor komunikasi presiden.” ​

Insiden ini menyoroti pentingnya sikap sensitif dan empati dari pejabat publik dalam menanggapi isu-isu yang berkaitan dengan kebebasan pers dan keamanan jurnalis.

Berita Terkait

Soroti Pernyataan Menko Pangan, Abdul Faisal Minta Pemerintah Hormati Kewenangan Daerah
5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Sidang Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Masih Menunggu Putusan Praperadilan
Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja
Diskusi di UGM Ricuh, Nusron Wahid: Ruang Dialog Demokratis Tak Boleh Ditutup
BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini
Qodari: MBG Tidak Akan Dihentikan Meski Didesak Mahasiswa
Kejagung Tetapkan Asep Yusuf Somantri Tersangka Baru Korupsi Program MBG

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:57 WITA

Soroti Pernyataan Menko Pangan, Abdul Faisal Minta Pemerintah Hormati Kewenangan Daerah

Senin, 29 Juni 2026 - 16:55 WITA

5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:47 WITA

Sidang Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Masih Menunggu Putusan Praperadilan

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:45 WITA

Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:41 WITA

Diskusi di UGM Ricuh, Nusron Wahid: Ruang Dialog Demokratis Tak Boleh Ditutup

Senin, 15 Juni 2026 - 12:47 WITA

BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:57 WITA

Qodari: MBG Tidak Akan Dihentikan Meski Didesak Mahasiswa

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:41 WITA

Kejagung Tetapkan Asep Yusuf Somantri Tersangka Baru Korupsi Program MBG

Berita Terbaru