Mufasyahnews.com, Makassar – PSM Makassar resmi menunjuk Darije Kalezic sebagai pelatih kepala untuk menghadapi kompetisi Super League 2026/2027. Kembalinya pelatih asal Bosnia Herzegovina tersebut menandai dimulainya era baru bagi Juku Eja setelah melewati musim yang jauh dari harapan.
Manajemen PSM mengumumkan keputusan itu melalui video berdurasi 54 detik yang diunggah di akun Instagram resmi klub, Rabu (10/6/2026). Dalam tayangan tersebut, Darije tampil mengenakan kaus merah bergambar trofi Piala Indonesia 2019, gelar yang pernah ia persembahkan untuk tim kebanggaan Sulawesi Selatan tersebut.
“Selamat siang Makassar. Halo semua. Saya akan kembali ke Makassar, rasanya seperti pulang ke rumah,” kata Darije dalam video tersebut.
Pelatih berusia 56 tahun itu mengaku masih memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Kota Makassar dan para pendukung PSM. Dukungan suporter menjadi salah satu alasan utama yang mendorongnya menerima tawaran kembali menangani Pasukan Ramang.
“Semuanya karena kalian suporter PSM Makassar. Mari kembali ramaikan stadion dan membuat sejarah baru bersama. Sampai jumpa di Makassar. Ewako,” ujarnya sambil mengepalkan tangan.
Manajemen PSM menjelaskan, penunjukan Darije merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh setelah tim hanya mampu finis di papan bawah klasemen musim lalu. Dalam unggahan resminya, PSM menuliskan, “A new chapter begins today, together with Coach Darije Kalezic.”
Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim, mengatakan Darije akan segera memimpin proses evaluasi teknis sekaligus menyiapkan skuad untuk musim mendatang. Mantan pelatih PSM itu juga akan terlibat langsung dalam menentukan pemain yang dipertahankan maupun direkrut.
“Darije akan langsung memimpin evaluasi teknis dan penyiapan tim. Termasuk pemilihan pemain yang akan direkrut,” kata Sulaiman.
Menurutnya, manajemen akan mengumumkan detail kontrak dan target yang diberikan kepada Darije dalam agenda konferensi pers serta perkenalan resmi di Makassar.
Bagi publik sepak bola Makassar, nama Darije Kalezic bukan sosok baru. Ia pernah menukangi PSM pada musim 2019 dan sukses mengantar klub tersebut meraih gelar juara Piala Indonesia.
Prestasi itu masih tercatat dalam sejarah karena hingga kini turnamen Piala Indonesia belum kembali digelar. Kondisi tersebut membuat PSM tetap menyandang status juara bertahan selama tujuh tahun terakhir.
Meski berhasil mempersembahkan trofi, perjalanan Darije di kompetisi liga saat itu tidak sepenuhnya berjalan mulus. Di tengah berbagai kendala yang dihadapi tim, PSM menutup musim 2019 di posisi ke-12 dengan raihan 44 poin.
Kini tantangan yang menanti jauh lebih besar. Darije mendapat tugas mengembalikan PSM ke jalur persaingan papan atas setelah musim lalu tim hanya finis di peringkat ke-15 klasemen dengan koleksi 34 poin.
Pengamat sepak bola Sulawesi Selatan, Imran Amirullah, menilai keputusan manajemen memulangkan Darije merupakan langkah yang tepat. Menurutnya, pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut sudah memahami karakter sepak bola Makassar serta kultur yang berkembang di tubuh PSM.
“Jadi saya pikir dia akan bekerja dengan maksimal,” ujar Imran.
Mantan asisten pelatih PSM yang pernah mendampingi Darije pada 2019 itu menilai kekuatan utama sang pelatih terletak pada karakter kepemimpinan, filosofi permainan, dan kedisiplinan yang kuat.
Imran memperkirakan Darije akan kembali menerapkan pendekatan sepak bola modern dengan formasi andalannya, 4-2-3-1, yang menuntut organisasi permainan dan disiplin tinggi dari para pemain.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan PSM musim depan tidak hanya bergantung pada sosok pelatih. Dukungan manajemen, kualitas pemain, serta kedalaman skuad juga menjadi faktor penting dalam menentukan hasil akhir.
“Kalau Darije bisa mengangkat tim lagi, saya tidak bisa pastikan karena faktornya banyak. Paling tidak dia tahu karakter dan sudah pernah di PSM Makassar,” katanya.
Imran memperkirakan langkah awal yang akan dilakukan Darije setelah tiba di Makassar adalah menyamakan visi dengan manajemen, tim pelatih, dan para pemain. Setelah itu, ia akan memetakan kebutuhan tim serta menentukan profil pemain yang sesuai dengan filosofi permainannya.
“Dia akan memaparkan filosofi yang akan dibawa, game plan, taktikal, dan materi pemain yang diinginkan,” pungkas Imran.












