Mufasyahnews.com, Makassar – Presiden Prancis Emmanuel Macron tiba di Jakarta dalam rangka kunjungan kenegaraan sebagai bagian dari agendanya di kawasan Asia Tenggara. Kunjungan ini bertujuan mempererat kerja sama bilateral dan menjawab tantangan geopolitik global.
Dalam jamuan makan malam resmi yang diselenggarakan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Presiden Macron menyampaikan bahwa meskipun ibu kota kedua negara, Paris dan Jakarta, terpisah sekitar 12.000 kilometer, hubungan antara Prancis dan Indonesia tetap terjalin erat. Ia menekankan bahwa banyak warga Prancis, termasuk wisatawan, pelaku bisnis, dan akademisi, menunjukkan ketertarikan dan kekaguman terhadap Indonesia.
Kehadiran Macron di Indonesia juga bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Dalam kesempatan ini, Indonesia dan Prancis menandatangani lebih dari selusin nota kesepahaman yang mencakup sektor pertahanan, perdagangan, investasi, energi, mineral penting, serta pengelolaan hutan.
Di bidang pertahanan, Indonesia melanjutkan pembelian alat utama sistem senjata (alutsista) dari Prancis, termasuk 42 unit jet tempur Rafale, dua kapal selam Scorpene versi terbaru, dan 13 perangkat radar dari Thales. Sebagian dari radar ini direncanakan akan dipasang di Ibu Kota Nusantara (IKN), proyek ambisius Indonesia untuk memindahkan pusat pemerintahan ke Kalimantan Timur.
Selama di Indonesia, Presiden Macron juga dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, serta menyampaikan pidato di Universitas Negeri Jakarta. Usai kunjungan ke Indonesia, Macron akan melanjutkan perjalanan ke Singapura untuk menghadiri Dialog Shangri-La, forum pertahanan utama tingkat Asia.
Kunjungan ini menjadi penegas komitmen kedua negara untuk memperdalam hubungan strategis serta memperluas kerja sama di berbagai sektor kunci demi menghadapi dinamika global yang terus berkembang.












