Mufasyahnews.com, Makassar – Pimpinan Komisariat (Pikom) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ki Bagoes Hadikusoemo Universitas Muslim Indonesia (UMI) dengan tegas membantah segala narasi kecurangan yang dilontarkan terkait pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-6 IMM Makassar Timur.
Raihan Renanda, selaku Ketua Komisariat IMM Ki Bagoes Hadikusumo, saat ditemui di Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Rabu, 26 Juni 2024, menyatakan bahwa proses musyawarah cabang itu telah berjalan dengan transparan dan demokratis.
“Kami melihat bahwa prosesi musyawarah cabang yang dilakukan pada tanggal 24-26 mei itu telah sesuai prosedur, transparan dan demokratis, bahkan sejak awal persiapannya” ungkapnya
Ia merasa heran kepada teman-teman komisariat lain yang menggugat proses musyawarah cabang itu, sebab sejak awal persiapan baik pimpinan cabang dan panlih telah melalui proses yang sesuai aturan dan administrasi
“menurut kami teman-teman yang menggugat itu tidak terlalu mengikuti proses musyawarah cabang dari awal persiapan dengan baik, sehingga hasilnya mereka gagal paham atau mungkin menolak paham,” tambahnya
Selain itu, Raihan mengatakan bahwa pihak Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Sulsel juga telah mengundang pihak-pihak terkait termasuk seluruh komisariat untuk rapat koordinasi, namun disayangkan pihak yang menggugat musycab justru tidak hadir.
“Kami dari Pimpinan komisariat telah memenuhi panggilan DPD IMM Sulsel, kami mendapatkan penjelasan terkait polemik yang terjadi pada musycab ke-6, pada pertemuan itu hadir juga komisariat FAI UMI, FMIPA Unhas, Kedokteran Unhas, dan Djamaluddin Amien. selain itu ada Panlih dan Stering.”
menurutnya, dari hasil penjelasan rapat Koordinasi itu, jelas bahwa tidak ada indikasi kecurangan yang dilakukan selama musycab kemarin oleh Tim Panlih dan stering.
Raihan menegaskan bahwa, pernyataan ini diberikan sebagai tanggapan atas adanya anggapan beberapa pihak yang merasa tidak puas dengan hasil musyawarah.
Pikom IMM Ki Bagoes Hadikoesoemo mengajak semua pihak untuk menerima hasil musyawarah dengan bijak dan terus berkontribusi secara konstruktif demi kemajuan bersama.
“Kami berharap semua pihak dapat menerima hasil Muscab ini dengan sikap lapang dada dan tetap menjaga semangat kebersamaan. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam proses demokrasi, namun kita harus tetap bersatu dalam visi dan misi yang sama untuk memajukan IMM,” tutup Raihan.












