Mufasyahnews.com, Makassar – Kepergian Yuran Fernandes menjadi tantangan besar bagi PSM Makassar dalam menyongsong musim baru. Bek asal Tanjung Verde tersebut dipastikan berpisah dengan Juku Eja setelah kontraknya berakhir pada 31 Mei 2026, mengakhiri kebersamaan selama empat musim yang penuh kontribusi bagi tim.
Bagi suporter PSM, kehilangan Yuran bukan hanya soal berkurangnya kekuatan di lini belakang. Tim kebanggaan masyarakat Makassar juga harus merelakan sosok kapten dan pemimpin yang selama ini menjadi simbol ketangguhan serta semangat juang di lapangan.
Didatangkan oleh pelatih Bernardo Tavares pada musim 2022/2023, Yuran menjelma menjadi salah satu bek asing terbaik yang pernah memperkuat PSM. Penampilannya yang konsisten membuatnya menjadi pilar utama pertahanan sekaligus figur penting dalam ruang ganti.
Kemampuan membaca permainan, keunggulan dalam duel udara, ketenangan saat menguasai bola, serta kepemimpinan yang kuat menjadi kelebihan yang membuat Yuran sulit digantikan. Tak jarang, ia tampil sebagai pembeda ketika tim berada dalam tekanan dan membutuhkan sosok yang mampu mengangkat performa rekan-rekannya.
Kepergian Yuran kini memunculkan pertanyaan besar mengenai siapa pemain yang layak mengisi peran tersebut. PSM tidak hanya kehilangan bek tengah berkualitas, tetapi juga sosok yang mampu mengorganisasi lini belakang dan menjaga keseimbangan permainan tim.
Musim lalu, Yuran berperan penting membantu PSM keluar dari masa sulit dan menjauh dari ancaman degradasi. Pengalamannya menghadapi laga-laga besar menjadi modal berharga yang selama ini memberi rasa aman bagi tim di berbagai situasi.
Dalam kondisi normal, opsi yang paling memungkinkan adalah merekrut bek asing baru dengan karakteristik yang mirip. PSM membutuhkan pemain yang memiliki postur ideal, kuat dalam duel satu lawan satu, piawai membaca permainan, serta memiliki pengalaman di kompetisi yang kompetitif.
Namun, upaya mencari pengganti Yuran tidak akan berjalan mudah. PSM saat ini masih menghadapi sanksi FIFA yang berpotensi membatasi ruang gerak klub di bursa transfer. Situasi tersebut membuat manajemen harus bekerja lebih keras untuk mencari solusi agar kekosongan yang ditinggalkan sang kapten tidak berdampak besar terhadap performa tim pada musim mendatang.












