Komisi C DPRD Makassar Desak Pemkot Perkuat Penanganan Banjir Secara Terpadu

- Admin

Senin, 12 Januari 2026 - 21:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Makassar – Komisi C DPRD Kota Makassar mendesak Pemerintah Kota Makassar untuk segera memperkuat penanganan banjir secara terpadu, sistematis, dan berjenjang di tengah musim hujan yang masih melanda sejumlah wilayah kota.

Sekretaris Komisi C DPRD Makassar, Ray Suryadi Arsyad, mengatakan beberapa kawasan di Makassar memiliki tingkat kerawanan banjir yang cukup tinggi, terutama wilayah dengan kontur tanah rendah seperti Antang dan Manggala yang kerap mengalami genangan saat hujan berintensitas tinggi.

“Beberapa wilayah dengan posisi tanah lebih rendah sering mengalami genangan. Ini perlu penanganan serius dan terkoordinasi,” ujar Ray, Minggu (11/1).

Menurutnya, persoalan banjir tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif berbagai organisasi perangkat daerah. Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Perumahan serta Kawasan Permukiman turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemetaan masalah serta mempercepat perbaikan infrastruktur yang menjadi prioritas.

Ray menilai sistem drainase harus menjadi fokus utama dalam upaya pengendalian banjir. Ia juga mendorong pemerintah kota mengoptimalkan penggunaan alat berat yang dimiliki, termasuk excavator amfibi milik Dinas PU, untuk melakukan pengerukan sedimen di kanal-kanal utama yang berfungsi sebagai penampung aliran air.

“Dinas PU punya excavator amfibi yang bisa dimanfaatkan untuk mengeruk sedimen di kanal besar. Kanal-kanal itu mampu menampung volume air yang besar sehingga perlu dipelihara secara berkala,” katanya.

Selain itu, Ray menjelaskan bahwa pengelolaan drainase memiliki pembagian kewenangan di setiap tingkatan pemerintahan. Saluran drainase dengan lebar sekitar 50 hingga 100 sentimeter menjadi tanggung jawab kecamatan, sementara drainase yang lebih kecil berada di bawah kewenangan pemerintah kelurahan.

Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi seluruh unsur pemerintahan, mulai dari tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan, agar penanganan banjir dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Ray mengungkapkan, persoalan banjir, khususnya terkait kebersihan drainase, merupakan salah satu aspirasi yang paling sering disampaikan masyarakat kepada DPRD Makassar. Komisi C pun telah menyampaikan langsung persoalan tersebut kepada Wali Kota Makassar agar menjadi perhatian utama pemerintah kota.

Ia berharap upaya penanganan banjir tidak berhenti pada kegiatan pembersihan drainase semata, tetapi juga dibarengi langkah berkelanjutan melalui pelibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami berharap pemerintah kota bukan hanya turun membersihkan, karena itu memang menjadi kewajiban. Namun harus ada upaya berkelanjutan dengan mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ray meminta perangkat pemerintahan di tingkat RT, RW, dan kelurahan berperan aktif sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan tetap bersih.

Menurut dia, penyebab banjir tidak hanya berkaitan dengan perilaku masyarakat, tetapi juga dipengaruhi keterbatasan sarana pendukung kebersihan, termasuk perlengkapan kebersihan dan sistem pengangkutan sampah yang dinilai masih perlu ditingkatkan.

“Persoalannya bukan hanya kesadaran masyarakat, tetapi juga keterbatasan perlengkapan kebersihan dan sistem penjemputan sampah. Ini yang perlu dibenahi bersama,” ujar Ray.

Komisi C DPRD Makassar berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat diperkuat agar risiko banjir di berbagai wilayah Kota Makassar dapat diminimalkan, terutama selama musim hujan berlangsung.

Berita Terkait

Merdeka Bermimpi, Berani Berkarya: Sambung Tangan Rayakan Semangat Kemerdekaan Bersama Anak Binaan LPKA Kelas II Maros
Mahasiswa KKN-T 116 Unhas Paparkan Enam Program Kerja Pertanian dan Teknologi Tepat Guna di Banyorang 1
Mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Unhas Gelombang 116 Sampaikan Program Kerja dalam Seminar Awal di Desa Bola Bulu
5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Sidang Praperadilan Bahtiar Baharuddin Masuki Babak Akhir, Putusan Dibacakan Hari Ini
Wali Kota Makassar Perintahkan Inspektorat Selidiki Dugaan Pungli Pengisian Jabatan Kepala Sekolah
Video Dugaan Pungli Jabatan Kepala Sekolah Beredar, Wali Kota Makassar Perintahkan Inspektorat Selidiki Dugaan Pungli Pengisian Jabatan Kepala Sekolah
Semarak Piala Dunia 2026, Kepala TVRI Sulsel Hadiri Nobar Guna Perkuat Silaturahmi Antarinstansi

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:24 WITA

Merdeka Bermimpi, Berani Berkarya: Sambung Tangan Rayakan Semangat Kemerdekaan Bersama Anak Binaan LPKA Kelas II Maros

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:03 WITA

Mahasiswa KKN-T 116 Unhas Paparkan Enam Program Kerja Pertanian dan Teknologi Tepat Guna di Banyorang 1

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:23 WITA

Mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Unhas Gelombang 116 Sampaikan Program Kerja dalam Seminar Awal di Desa Bola Bulu

Senin, 29 Juni 2026 - 16:55 WITA

5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total

Senin, 29 Juni 2026 - 16:42 WITA

Sidang Praperadilan Bahtiar Baharuddin Masuki Babak Akhir, Putusan Dibacakan Hari Ini

Senin, 29 Juni 2026 - 16:38 WITA

Wali Kota Makassar Perintahkan Inspektorat Selidiki Dugaan Pungli Pengisian Jabatan Kepala Sekolah

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:45 WITA

Video Dugaan Pungli Jabatan Kepala Sekolah Beredar, Wali Kota Makassar Perintahkan Inspektorat Selidiki Dugaan Pungli Pengisian Jabatan Kepala Sekolah

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:42 WITA

Semarak Piala Dunia 2026, Kepala TVRI Sulsel Hadiri Nobar Guna Perkuat Silaturahmi Antarinstansi

Berita Terbaru