Mufasyahnews.com, Makassar – Pemerintah Kabupaten Cianjur mulai menindaklanjuti program pembinaan karakter berbasis militer yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Program ini menyasar siswa-siswa yang dianggap bermasalah, seperti terlibat tawuran, membangkang kepada orang tua, hingga kecanduan game online.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menjelaskan bahwa siswa dengan perilaku menyimpang, termasuk yang terindikasi gemulai, akan dibina melalui pendidikan bela negara. “Kategorinya siswa yang memang bermasalah. Apabila ada siswa terindikasi gemulai dan kecanduan game online pun akan dibina. Nanti mereka akan mendapatkan pendidikan bela negara,” ujar Wahyu.
Program ini akan dilaksanakan di barak militer, bekerja sama dengan Kodim 0608 Cianjur dan Yonif Raider 300/Brajawijaya. Siswa dari jenjang SMP hingga SMA/SMK sederajat yang terlibat dalam kenakalan berat akan menjalani pembinaan karakter, kedisiplinan, dan bela negara di barak militer selama satu hingga dua minggu, bahkan bisa sampai dua bulan jika dibutuhkan.
Selama proses pembinaan, siswa akan didampingi oleh tenaga psikolog dan petugas kesehatan untuk memastikan aspek emosional dan fisik mereka tetap terpantau. Selain itu, mereka tetap akan mendapatkan materi pelajaran formal sesuai jenjang pendidikan mereka, yang akan disampaikan langsung oleh guru-guru SMP yang ditugaskan secara khusus.
Program ini juga mendapat dukungan dari kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Cianjur. Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono, menyatakan bahwa data siswa yang akan mengikuti program ini merupakan hasil koordinasi antara dinas pendidikan dan kepolisian.
Meski menuai pro dan kontra, pemerintah daerah berharap program ini dapat menjadi langkah efektif dalam menekan angka kenakalan remaja di Cianjur dan membentuk karakter siswa yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.












