Mufasyahnews.com, Makassar – Presiden AS Donald Trump menyebut Presiden China Xi Jinping sebagai sosok yang “sangat sulit” untuk diajak berunding. Pernyataan ini muncul menjelang rencana pembicaraan antara kedua pemimpin pekan ini, di tengah memanasnya konflik dagang.
Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengungkapkan bahwa negosiasi perdagangan dengan China mengalami sedikit kebuntuan dan memerlukan intervensi langsung dari pemimpin kedua negara.
Ketegangan meningkat usai AS menggandakan tarif impor baja dan aluminium menjadi 50%. Trump juga memberi tenggat waktu hingga Rabu bagi negara-negara mitra untuk mengajukan penawaran terbaik sebelum tarif tambahan diberlakukan pada 8 Juli.
China merespons dengan tarif balasan hingga 125% serta membatasi ekspor mineral penting. Meski begitu, Trump tetap menyatakan peluang kesepakatan baru dengan China masih terbuka.
Pasar global kini menanti hasil komunikasi antara Trump dan Xi yang diharapkan dapat menurunkan eskalasi dan meredakan ketidakpastian ekonomi.












