Jurnalis di Takalar Diduga Dianiaya dan Diancam Dibunuh Usai Beritakan Kasus KDRT

- Admin

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Makassar – Seorang jurnalis media online di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, melaporkan dugaan penganiayaan dan ancaman pembunuhan yang dialaminya usai memberitakan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan dugaan penganiayaan anak yang sempat viral di media sosial.

Jurnalis tersebut, Muh Saleh Daeng Sibali, mengaku mengalami kekerasan dari seorang pria berinisial BB di pos penjagaan Perumahan Istana Permai, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 16.55 WITA.

Menurut Saleh, kejadian bermula saat dirinya duduk di pos security perumahan. Tidak lama kemudian, BB datang dalam kondisi emosi dan langsung menghampirinya.

“Pelaku tiba-tiba datang menghampiri saya lalu mengambil paksa barang-barang yang ada di atas meja dan melemparkannya ke arah wajah saya,” ujar Saleh kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).

Saleh mengatakan, setelah itu BB turun dari sepeda motor dan melakukan pemukulan berulang. Pelaku disebut menggunakan buku tebal milik petugas keamanan untuk memukul wajah korban sebanyak tiga kali.

“Dia memukul wajah saya menggunakan buku tebal milik security sebanyak tiga kali. Selain itu, dia juga memukul bagian perut dan tangan saya,” katanya.

Sebagian pukulan sempat ditepis menggunakan tangan kiri korban. Selain pemukulan, Saleh juga mengaku mendapat intimidasi berupa cacian, ludah, hingga ancaman pembunuhan.

“Dia mengeluarkan kata-kata kasar, meludah sambil menunjuk-nunjuk saya dan mengatakan semua wartawan yang memberitakan dirinya adalah wartawan palsu,” ungkapnya.

Menurut Saleh, pelaku juga melontarkan ancaman terhadap profesi jurnalis.

“Bahkan dia mengancam akan membunuh wartawan,” lanjutnya.

Saleh menduga kemarahan BB berkaitan dengan pemberitaan kasus dugaan KDRT dan penganiayaan anak yang sempat viral pada Januari 2026. Dalam video amatir yang beredar di media sosial dan diberitakan sejumlah media nasional, BB diduga melakukan kekerasan terhadap anak kandung dan mantan istrinya.

Dalam rekaman video tersebut, pelaku diduga terlihat melempar anaknya dan menendang tubuh mantan istrinya. Namun, BB disebut menganggap informasi itu sebagai hoaks dan tidak menerima pemberitaan yang terus beredar.

Saleh juga menyoroti dua laporan polisi terkait dugaan penganiayaan dan KDRT terhadap BB yang disebut telah masuk ke Polres Takalar sejak 2025 hingga 2026. Menurutnya, penanganan kasus itu belum menunjukkan perkembangan yang jelas.

“Kasus dugaan KDRT dan penganiayaan yang sebelumnya dilaporkan ke Polres Takalar sampai sekarang tidak jelas penanganannya. Sekarang justru wartawan yang memberitakan malah diduga menjadi korban kekerasan dan ancaman,” ujarnya.

Usai kejadian, Saleh mendatangi Mapolres Takalar untuk melaporkan dugaan pemukulan dan ancaman pembunuhan yang dialaminya. Ia meminta aparat penegak hukum segera menindaklanjuti laporannya.

“Saya sudah melaporkan tindakan pemukulan dan ancaman pembunuhan ini ke pihak berwajib. Kekerasan terhadap jurnalis tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.

Kasat Reskrim Polres Takalar, IPTU Haryanto, membenarkan adanya laporan tersebut.

“Iye baru kemarin melapor,” kata Haryanto saat dikonfirmasi, Sabtu (23/5/2026).

Ia mengatakan, polisi masih menunggu hasil visum korban sebelum laporan diproses lebih lanjut.

“Ditunggu hasil visum dan baru didisposisi ke unit yang menangani,” ujarnya.

Haryanto menambahkan, pelapor hampir setiap hari datang ke kantor untuk berkoordinasi terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.

“Tiap hari ji pelapornya ke kantor. Nanti kami berkoordinasi dengan beliau,” tutupnya.

Berita Terkait

Merdeka Bermimpi, Berani Berkarya: Sambung Tangan Rayakan Semangat Kemerdekaan Bersama Anak Binaan LPKA Kelas II Maros
Mahasiswa KKN-T 116 Unhas Paparkan Enam Program Kerja Pertanian dan Teknologi Tepat Guna di Banyorang 1
Mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Unhas Gelombang 116 Sampaikan Program Kerja dalam Seminar Awal di Desa Bola Bulu
5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Sidang Praperadilan Bahtiar Baharuddin Masuki Babak Akhir, Putusan Dibacakan Hari Ini
Wali Kota Makassar Perintahkan Inspektorat Selidiki Dugaan Pungli Pengisian Jabatan Kepala Sekolah
Video Dugaan Pungli Jabatan Kepala Sekolah Beredar, Wali Kota Makassar Perintahkan Inspektorat Selidiki Dugaan Pungli Pengisian Jabatan Kepala Sekolah
Semarak Piala Dunia 2026, Kepala TVRI Sulsel Hadiri Nobar Guna Perkuat Silaturahmi Antarinstansi

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:24 WITA

Merdeka Bermimpi, Berani Berkarya: Sambung Tangan Rayakan Semangat Kemerdekaan Bersama Anak Binaan LPKA Kelas II Maros

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:03 WITA

Mahasiswa KKN-T 116 Unhas Paparkan Enam Program Kerja Pertanian dan Teknologi Tepat Guna di Banyorang 1

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:23 WITA

Mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Unhas Gelombang 116 Sampaikan Program Kerja dalam Seminar Awal di Desa Bola Bulu

Senin, 29 Juni 2026 - 16:55 WITA

5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total

Senin, 29 Juni 2026 - 16:42 WITA

Sidang Praperadilan Bahtiar Baharuddin Masuki Babak Akhir, Putusan Dibacakan Hari Ini

Senin, 29 Juni 2026 - 16:38 WITA

Wali Kota Makassar Perintahkan Inspektorat Selidiki Dugaan Pungli Pengisian Jabatan Kepala Sekolah

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:45 WITA

Video Dugaan Pungli Jabatan Kepala Sekolah Beredar, Wali Kota Makassar Perintahkan Inspektorat Selidiki Dugaan Pungli Pengisian Jabatan Kepala Sekolah

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:42 WITA

Semarak Piala Dunia 2026, Kepala TVRI Sulsel Hadiri Nobar Guna Perkuat Silaturahmi Antarinstansi

Berita Terbaru