Mufasyahnews.com, Makassar – Pertandingan antara PSM Makassar melawan Persik Kediri pada pekan ke-29 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora BJ Habibie dipastikan menjadi laga krusial yang menentukan nasib tuan rumah di kompetisi kasta tertinggi. Duel ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan pertaruhan posisi PSM agar terhindar dari ancaman degradasi.
PSM saat ini berada di peringkat ke-13 dengan koleksi 28 poin, tertinggal lima angka dari Persik Kediri yang menempati posisi di atasnya dengan 33 poin. Kondisi tersebut membuat kemenangan menjadi target mutlak bagi tim berjuluk Juku Eja. Tambahan tiga poin akan memangkas jarak menjadi dua angka dan membuka peluang untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Sebaliknya, kekalahan justru akan memperlebar selisih menjadi delapan poin, situasi yang dinilai sulit dikejar dalam sisa pertandingan musim ini, baik secara matematis maupun dari sisi mental tim.
Tekanan terhadap PSM semakin besar karena bayang-bayang Madura United di peringkat ke-14 yang mengoleksi 26 poin. Selisih tipis membuat setiap hasil negatif berpotensi menyeret PSM ke zona degradasi. Dengan demikian, laga ini bukan hanya soal mengejar Persik, tetapi juga menjaga jarak aman dari tim di bawah.
Asisten pelatih PSM, Ahmad Amiruddin, mengakui kondisi tim yang tengah berada dalam tekanan. Ia menyebut telah melakukan evaluasi menyeluruh usai kekalahan dari Borneo FC Samarinda yang memperburuk posisi tim.
“Kami mencoba melakukan perubahan, termasuk memaksimalkan pemain pengganti. Ini menjadi tanggung jawab saya untuk bisa beradaptasi lebih baik dengan kondisi pemain. Harapannya, di pertandingan berikutnya kami bisa tampil lebih maksimal,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mengindikasikan masih adanya kendala pada kedalaman skuad, khususnya kontribusi pemain pelapis yang belum optimal. Dalam situasi genting seperti ini, rotasi pemain menjadi kebutuhan, namun tetap harus diimbangi kualitas permainan.
Dari sisi suporter, dukungan tetap mengalir meski disertai kekhawatiran. Sulyadi Abbas dari Komunitas VIP Utara menegaskan pentingnya memaksimalkan laga kandang.
“Ini pertandingan sangat krusial. Kesempatan masih ada, jadi harus dimanfaatkan. Jangan sampai kalah lagi, apalagi bermain di kandang sendiri,” tegasnya.
Laga ini juga menjadi momentum bagi PSM untuk mengembalikan kepercayaan publik sekaligus menghidupkan kembali aura kandang Stadion Gelora BJ Habibie yang sempat memudar setelah kekalahan sebelumnya.
Secara taktis, PSM dituntut tampil agresif sejak awal pertandingan guna mencetak gol cepat dan menekan lawan. Namun, keseimbangan permainan tetap harus dijaga, mengingat Persik Kediri dikenal memiliki skema serangan balik yang efektif.
Selain itu, penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Dalam beberapa laga terakhir, PSM kerap gagal memaksimalkan peluang yang tercipta. Padahal, dalam pertandingan dengan tensi tinggi seperti ini, satu gol dapat menjadi penentu hasil akhir.
Di atas kertas, PSM diuntungkan dengan status sebagai tuan rumah. Namun tekanan besar justru bisa menjadi beban jika tidak dikelola dengan baik. Sebaliknya, Persik Kediri datang dengan kondisi lebih lepas karena posisi mereka relatif lebih aman.
Dengan seluruh dinamika tersebut, pertandingan ini dipastikan akan menjadi penentu arah perjalanan PSM Makassar di sisa musim. Kemenangan menjaga asa bertahan, sementara kekalahan berpotensi membuka jalan menuju degradasi.












