Makassar Hasilkan 1.036 Ton Sampah per Hari, Pemkot Perkuat Kolaborasi Penanganan

- Admin

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Makassar – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengungkapkan kemampuan pengangkutan sampah Pemerintah Kota Makassar saat ini baru mampu menjangkau sekitar 67 persen dari total timbulan sampah harian yang mencapai 1.036 ton per hari.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah kota untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak sekaligus mengajak masyarakat mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan melalui langkah sederhana, seperti memilah sampah sejak dari rumah.

“Stop bicara lingkungan kalau kita belum mampu memilah sampah dari rumah kita sendiri,” kata Munafri di Makassar, Minggu.

Pernyataan itu juga disampaikan Munafri saat menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sehari sebelumnya. Menurutnya, persoalan lingkungan saat ini tidak hanya menjadi tantangan daerah, tetapi juga menjadi isu global yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Munafri menjelaskan dunia sedang menghadapi triple planetary crisis atau tiga krisis besar yang saling berkaitan, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi lingkungan. Ketiga persoalan tersebut dinilai memberi dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

Karena itu, kata dia, penanganan masalah lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dukungan dari masyarakat, komunitas, pelaku usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor penting dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

“Masih banyak sampah yang belum tertangani. Karena itu kita membangun kolaborasi lintas sektor dan lintas perangkat daerah agar tercipta ekosistem yang mampu menyelesaikan persoalan sampah secara menyeluruh,” ujarnya.

Ia menilai upaya pengurangan sampah harus dimulai dari sumbernya. Kesadaran masyarakat dalam memilah sampah organik dan anorganik menjadi salah satu langkah awal yang dapat membantu mengurangi beban pengelolaan sampah di tingkat kota.

Munafri juga menyoroti pentingnya kesiapan sistem pendukung. Menurutnya, program pemilahan sampah yang telah dijalankan sejumlah komunitas hingga tingkat RT harus didukung pola pengangkutan yang tepat agar sampah yang sudah dipisahkan tidak kembali tercampur saat dibawa ke tempat pengolahan atau pembuangan.

Langkah tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Dengan dukungan infrastruktur dan partisipasi warga, pemerintah berharap volume sampah yang tidak tertangani dapat terus ditekan.

Selain itu, Munafri menegaskan kampanye pengelolaan sampah harus dilakukan secara konsisten dan tidak hanya berlangsung pada momentum peringatan lingkungan semata. Edukasi kepada masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan agar tumbuh kebiasaan baru yang lebih peduli terhadap lingkungan.

“Kampanye ini tidak boleh berhenti. Masyarakat harus memahami bahwa apa yang kita lakukan hari ini bukan hanya untuk kepentingan saat ini, tetapi untuk masa depan,” katanya.

Pemerintah Kota Makassar berharap kesadaran kolektif masyarakat dalam mengelola sampah dapat menjadi fondasi penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Berita Terkait

Merdeka Bermimpi, Berani Berkarya: Sambung Tangan Rayakan Semangat Kemerdekaan Bersama Anak Binaan LPKA Kelas II Maros
Mahasiswa KKN-T 116 Unhas Paparkan Enam Program Kerja Pertanian dan Teknologi Tepat Guna di Banyorang 1
Mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Unhas Gelombang 116 Sampaikan Program Kerja dalam Seminar Awal di Desa Bola Bulu
5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Sidang Praperadilan Bahtiar Baharuddin Masuki Babak Akhir, Putusan Dibacakan Hari Ini
Wali Kota Makassar Perintahkan Inspektorat Selidiki Dugaan Pungli Pengisian Jabatan Kepala Sekolah
Video Dugaan Pungli Jabatan Kepala Sekolah Beredar, Wali Kota Makassar Perintahkan Inspektorat Selidiki Dugaan Pungli Pengisian Jabatan Kepala Sekolah
Semarak Piala Dunia 2026, Kepala TVRI Sulsel Hadiri Nobar Guna Perkuat Silaturahmi Antarinstansi

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:24 WITA

Merdeka Bermimpi, Berani Berkarya: Sambung Tangan Rayakan Semangat Kemerdekaan Bersama Anak Binaan LPKA Kelas II Maros

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:03 WITA

Mahasiswa KKN-T 116 Unhas Paparkan Enam Program Kerja Pertanian dan Teknologi Tepat Guna di Banyorang 1

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:23 WITA

Mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Unhas Gelombang 116 Sampaikan Program Kerja dalam Seminar Awal di Desa Bola Bulu

Senin, 29 Juni 2026 - 16:55 WITA

5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total

Senin, 29 Juni 2026 - 16:42 WITA

Sidang Praperadilan Bahtiar Baharuddin Masuki Babak Akhir, Putusan Dibacakan Hari Ini

Senin, 29 Juni 2026 - 16:38 WITA

Wali Kota Makassar Perintahkan Inspektorat Selidiki Dugaan Pungli Pengisian Jabatan Kepala Sekolah

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:45 WITA

Video Dugaan Pungli Jabatan Kepala Sekolah Beredar, Wali Kota Makassar Perintahkan Inspektorat Selidiki Dugaan Pungli Pengisian Jabatan Kepala Sekolah

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:42 WITA

Semarak Piala Dunia 2026, Kepala TVRI Sulsel Hadiri Nobar Guna Perkuat Silaturahmi Antarinstansi

Berita Terbaru