Mufasyahnews.com, Makassar – Konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran mendorong kenaikan harga minyak dunia hingga mencapai US$78 per barel. Pemerintah Indonesia mewaspadai dampak lanjutan, mengingat Indonesia masih menjadi negara pengimpor minyak.
Anggota Dewan Ekonomi Nasional, Septian Hario Seto, mengatakan kenaikan harga dari kisaran US$60 ke US$78 berpotensi menekan kondisi ekonomi jika konflik berlangsung lama. Menurutnya, ketidakpastian dan volatilitas harga energi dapat meningkat apabila situasi tidak segera mereda.
Pemerintah saat ini masih memantau perkembangan konflik. Namun, Seto menegaskan langkah mitigasi telah disiapkan sejak awal, salah satunya dengan mengurangi ketergantungan impor melalui program biodiesel.
Selain minyak, pemerintah juga mencermati potensi gangguan pasokan LNG karena beberapa terminal berada di dekat wilayah konflik. Meski begitu, dampaknya terhadap Indonesia masih perlu dikaji lebih lanjut.
Pemerintah berharap konflik segera berakhir agar tekanan terhadap sektor energi global, termasuk Indonesia, tidak semakin besar.












