Mufasyahnews.com, Makassar – Dalam upaya menciptakan lingkungan pelabuhan yang lebih tertib, nyaman, dan sejahtera bagi para pedagang asongan serta tenaga kerja (TK) bagasi, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 4 menggelar kegiatan sosialisasi di Terminal Penumpang Anging Mammiri, Pelabuhan Makassar, Kamis (12/6).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pelindo Regional 4 dan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, yang turut menghadirkan tim penyuluh profesional untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada para pelaku ekonomi informal di lingkungan pelabuhan.
Sosialisasi ini mencakup sejumlah materi penting, seperti pentingnya menjaga ketertiban dalam beraktivitas, etika pelayanan terhadap penumpang, hingga pengenalan peluang pemberdayaan ekonomi secara berkelanjutan.
Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dalam menciptakan pelabuhan sebagai ruang publik yang aman dan ramah.
“Pedagang asongan dan TK bagasi adalah bagian dari dinamika pelabuhan. Namun, perlu ada kesadaran bersama untuk menjaga aturan dan kenyamanan bersama. Sosialisasi ini adalah langkah awal menuju pembinaan dan pemberdayaan mereka,” ujar Yusida.
Ia juga menegaskan bahwa Pelindo tidak bertujuan menghilangkan mata pencaharian masyarakat, melainkan menata pola aktivitas agar selaras dengan standar pelayanan yang berlaku di Pelabuhan Makassar, terlebih karena pelabuhan ini akan dikembangkan sebagai pelabuhan hub untuk ekspor-impor
“Mari kita wujudkan Pelabuhan Makassar sebagai pelabuhan yang lebih baik ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Abdul Halid, Pekerja Sosial Ahli Madya dari Dinas Sosial Sulsel, menyambut baik kegiatan ini dan menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung sinergi semacam ini karena sesuai dengan misi pemberdayaan sosial.
“Kami tidak hanya menyampaikan aturan, tetapi juga membuka wawasan soal peluang usaha dan program pemberdayaan yang bisa mereka ikuti,” jelas Abdul Halid.
Respons positif juga datang dari para peserta sosialisasi. Seorang pedagang asongan yang telah lama berjualan di pelabuhan mengaku merasa dihargai karena mendapatkan penjelasan langsung.
“Biasanya kami hanya dengar ada penertiban. Tapi kali ini kami diajak bicara dan dijelaskan. Saya harap nanti kalau ada pelatihan atau bantuan usaha, kami juga dilibatkan,” ucapnya.
Hal senada diungkapkan oleh seorang tenaga kerja bagasi yang merasa terbantu dengan penjelasan yang diberikan.
“Kami jadi tahu cara kerja yang lebih aman dan sesuai aturan. Kalau ada pelatihan ke depan, kami siap ikut,” ujarnya.
Dengan sosialisasi ini, Pelindo Regional 4 berharap dapat menciptakan ekosistem pelabuhan yang lebih tertib, aman, dan manusiawi bagi semua pihak yang terlibat. Sinergi antara pengelola pelabuhan, pemerintah, dan masyarakat dinilai penting untuk membangun masa depan pelabuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.












