Demo Mahasiswa Kembali Digelar di Makassar, 1.500 Personel Polisi Disiagakan

- Admin

Senin, 15 Juni 2026 - 12:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Makassar – Gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa kembali berlangsung di sejumlah titik di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (15/6). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk respons terhadap berbagai kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Untuk mengantisipasi jalannya demonstrasi, Polrestabes Makassar menyiapkan sekitar 1.500 personel kepolisian guna melakukan pengamanan di sejumlah lokasi yang menjadi pusat aksi massa.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, mengatakan jumlah personel yang diterjunkan akan disesuaikan dengan estimasi massa yang turun ke jalan. Menurutnya, pengamanan dilakukan untuk memastikan aksi penyampaian pendapat berlangsung aman dan tertib.

“Kalau pengunjuk rasa hanya 100 orang yang kita siapkan 150 orang. Kalau pengunjuk rasa 1.000 orang ya kita siapkan 1.500 orang,” ujar Arya Perdana, Senin pagi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah titik strategis di Kota Makassar menjadi lokasi pelaksanaan aksi mahasiswa. Di antaranya kawasan bawah Jembatan Flyover Jalan Urip Sumoharjo, depan Kampus UIN Alauddin Makassar di Jalan Sultan Alauddin, serta kantor sementara DPRD Sulawesi Selatan di Jalan AP Pettarani.

Arya menjelaskan, hingga saat ini situasi pelaksanaan aksi masih berjalan sebagaimana demonstrasi pada umumnya. Kepolisian terus melakukan pemantauan dan menyesuaikan pola pengamanan berdasarkan jumlah massa yang hadir di lapangan.

“Saat ini pengunjuk rasa alhamdulillah sama dengan hari-hari lainnya. Pengerahan anggota untuk pelayanan unjuk rasa dilaksanakan sesuai jumlah pengunjuk rasa,” katanya.

Pihak kepolisian, lanjut Arya, berkomitmen memberikan pelayanan dan pengamanan maksimal agar seluruh rangkaian aksi dapat berlangsung dengan aman, nyaman, serta tidak mengganggu ketertiban umum. Dengan kondisi yang kondusif, aspirasi yang dibawa mahasiswa diharapkan dapat tersampaikan dengan baik kepada pihak terkait.

“Kita harapkan bisa tertib, aman, nyaman, lancar sehingga maksud dari pengunjuk rasa bisa tersampaikan,” ujarnya.

Selain itu, Kapolrestabes juga mengingatkan para peserta aksi agar tetap menjaga ketertiban selama demonstrasi berlangsung. Mahasiswa diminta mengenali kelompoknya masing-masing dan tidak mudah terpancing oleh pihak-pihak yang berupaya memicu kericuhan.

“Berhati-hati terhadap pihak-pihak yang mau memprovokasi dan mengintimidasi. Hati-hati terhadap penyusup yang ingin merusak niat baik dari pengunjuk rasa,” tegasnya.

Aksi mahasiswa yang berlangsung di Makassar merupakan bagian dari rangkaian demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah aliansi mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil diketahui menyuarakan tuntutan yang relatif serupa terkait kebijakan pemerintah pusat.

Pada hari yang sama, aksi dengan tuntutan serupa juga berlangsung di Jakarta dan Surabaya. Sementara itu, pekan sebelumnya demonstrasi mahasiswa telah digelar di sejumlah kota besar lainnya, seperti Bandung pada Kamis (11/6), Jakarta dan Solo pada Jumat (12/6), serta Yogyakarta pada Sabtu (13/6).

Rangkaian aksi tersebut menunjukkan masih tingginya perhatian kalangan mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Melalui demonstrasi, para peserta berharap aspirasi dan kritik yang mereka sampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pengambil kebijakan dalam merumuskan langkah-langkah yang berdampak langsung terhadap masyarakat luas.

Berita Terkait

Mahasiswa dan Pemuda Sulsel Siap Gelar Unjuk Rasa di Sejumlah Titik Kota Makassar
Baliho Penolakan PSEL Terpasang di Tamalanrea, Warga Soroti Dampak Lingkungan
Unhas Bantah Isu 28 Mahasiswa Diskors Usai Kritik Pengelolaan MBG
Wisatawan Tewas Terseret Ombak di Tebing Apparalang Bulukumba, Polisi Periksa Tiga Saksi
Pria Asal Pallangga Ditemukan Tewas Usai Diduga Melompat dari Jembatan Kembar Gowa
Eks Wakil Kepala BGN Serahkan 26 Nama ke Kejagung dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG
Kelangkaan Solar Kembali Terjadi di Makassar, Antrean Truk dan Bus Mengular di SPBU
Kasus Skincare Ilegal Mira Hayati, Denda Rp1 Miliar Resmi Dilunasi Keluarga

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 12:43 WITA

Demo Mahasiswa Kembali Digelar di Makassar, 1.500 Personel Polisi Disiagakan

Senin, 15 Juni 2026 - 12:40 WITA

Mahasiswa dan Pemuda Sulsel Siap Gelar Unjuk Rasa di Sejumlah Titik Kota Makassar

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:07 WITA

Baliho Penolakan PSEL Terpasang di Tamalanrea, Warga Soroti Dampak Lingkungan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:51 WITA

Wisatawan Tewas Terseret Ombak di Tebing Apparalang Bulukumba, Polisi Periksa Tiga Saksi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:33 WITA

Pria Asal Pallangga Ditemukan Tewas Usai Diduga Melompat dari Jembatan Kembar Gowa

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:29 WITA

Eks Wakil Kepala BGN Serahkan 26 Nama ke Kejagung dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:25 WITA

Kelangkaan Solar Kembali Terjadi di Makassar, Antrean Truk dan Bus Mengular di SPBU

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:21 WITA

Kasus Skincare Ilegal Mira Hayati, Denda Rp1 Miliar Resmi Dilunasi Keluarga

Berita Terbaru

Nasional

BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini

Senin, 15 Jun 2026 - 12:47 WITA

Nasional

Qodari: MBG Tidak Akan Dihentikan Meski Didesak Mahasiswa

Minggu, 14 Jun 2026 - 15:57 WITA