Program Pendidikan Militer untuk Siswa Bermasalah Dimulai: Cianjur Jadi Daerah Percontohan Gagasan Dedi Mulyadi

- Admin

Senin, 5 Mei 2025 - 14:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Makassar – Pemerintah Kabupaten Cianjur mulai menindaklanjuti program pembinaan karakter berbasis militer yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Program ini menyasar siswa-siswa yang dianggap bermasalah, seperti terlibat tawuran, membangkang kepada orang tua, hingga kecanduan game online.

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menjelaskan bahwa siswa dengan perilaku menyimpang, termasuk yang terindikasi gemulai, akan dibina melalui pendidikan bela negara. “Kategorinya siswa yang memang bermasalah. Apabila ada siswa terindikasi gemulai dan kecanduan game online pun akan dibina. Nanti mereka akan mendapatkan pendidikan bela negara,” ujar Wahyu.

Program ini akan dilaksanakan di barak militer, bekerja sama dengan Kodim 0608 Cianjur dan Yonif Raider 300/Brajawijaya. Siswa dari jenjang SMP hingga SMA/SMK sederajat yang terlibat dalam kenakalan berat akan menjalani pembinaan karakter, kedisiplinan, dan bela negara di barak militer selama satu hingga dua minggu, bahkan bisa sampai dua bulan jika dibutuhkan.

Selama proses pembinaan, siswa akan didampingi oleh tenaga psikolog dan petugas kesehatan untuk memastikan aspek emosional dan fisik mereka tetap terpantau. Selain itu, mereka tetap akan mendapatkan materi pelajaran formal sesuai jenjang pendidikan mereka, yang akan disampaikan langsung oleh guru-guru SMP yang ditugaskan secara khusus.

Program ini juga mendapat dukungan dari kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Cianjur. Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono, menyatakan bahwa data siswa yang akan mengikuti program ini merupakan hasil koordinasi antara dinas pendidikan dan kepolisian.

Meski menuai pro dan kontra, pemerintah daerah berharap program ini dapat menjadi langkah efektif dalam menekan angka kenakalan remaja di Cianjur dan membentuk karakter siswa yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.

Berita Terkait

Di Polipangkep, Rijal Djamal Ingatkan Mahasiswa Pentingnya Skill dan Adaptasi
UTBK SNBT 2026 di Unhas Dijaga Ketat dengan Pengawasan Berlapis
UNM Catat Kenaikan Peserta UTBK, Ribuan Peserta Berebut Kursi di Prodi Favorit
Rektor Unhas: Sindikat Kecurangan Masih Mengintai UTBK Unhas 2026
Ketua Umum ASPIKOM Pusat Dorong Partisipasi Prodi dalam KLB di Padang
Alumni Bahas Persiapan Silatnas dan Munas FSIKP UMI
Digitalisasi Kelurahan Lawawoi, Mahasiswa KKN Unhas Angkat Potensi UMKM dan Latih Staf Kelurahan Kelola Website
Kukuhkan Dua Guru Besar FSIKP, UMI Teguhkan Tradisi Literasi dan Kritik Sastra Berbasis Nilai

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:03 WITA

Di Polipangkep, Rijal Djamal Ingatkan Mahasiswa Pentingnya Skill dan Adaptasi

Rabu, 22 April 2026 - 12:39 WITA

UTBK SNBT 2026 di Unhas Dijaga Ketat dengan Pengawasan Berlapis

Rabu, 22 April 2026 - 12:27 WITA

UNM Catat Kenaikan Peserta UTBK, Ribuan Peserta Berebut Kursi di Prodi Favorit

Rabu, 22 April 2026 - 12:19 WITA

Rektor Unhas: Sindikat Kecurangan Masih Mengintai UTBK Unhas 2026

Kamis, 16 April 2026 - 08:46 WITA

Ketua Umum ASPIKOM Pusat Dorong Partisipasi Prodi dalam KLB di Padang

Jumat, 13 Maret 2026 - 19:02 WITA

Alumni Bahas Persiapan Silatnas dan Munas FSIKP UMI

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:51 WITA

Digitalisasi Kelurahan Lawawoi, Mahasiswa KKN Unhas Angkat Potensi UMKM dan Latih Staf Kelurahan Kelola Website

Rabu, 24 Desember 2025 - 18:16 WITA

Kukuhkan Dua Guru Besar FSIKP, UMI Teguhkan Tradisi Literasi dan Kritik Sastra Berbasis Nilai

Berita Terbaru