Tersangka Pemerkosaan Puluhan Santriwati Mengaku Jalani Ritual Saat Diburu Polisi

- Admin

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Jakarta – Seorang tersangka kasus dugaan pemerkosaan terhadap puluhan santriwati di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berinisial AS (51), diketahui sempat bersembunyi di rumah warga di kawasan kompleks makam Raden Gunungsari, Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, saat diburu aparat kepolisian. Kepada warga setempat, AS mengaku tengah menjalani ritual spiritual dan ziarah atas arahan gurunya.

Kepala Desa Bakalan, Sutanto, mengatakan AS tiba di wilayahnya pada Rabu (6/5) sekitar pukul 07.00 WIB. Berdasarkan keterangan warga, AS datang menggunakan ojek dari Kecamatan Purwantoro sebelum berganti ojek menuju lokasi dekat Gedong Giong, kawasan yang berada sekitar satu kilometer dari permukiman warga.

“AS datang pagi hari menggunakan ojek dari Purwantoro. Setelah itu ganti ojek menuju kawasan dekat makam dan menginap di salah satu rumah warga,” ujar Sutanto.

Menurut Sutanto, warga yang menerima AS tidak mengetahui bahwa pria tersebut merupakan buronan polisi. Selain tidak mengenal AS, warga juga tidak menaruh curiga karena rumah tersebut memang kerap menjadi tempat singgah peziarah makam Raden Gunungsari.

Rumah yang ditempati AS diketahui berada tidak jauh dari area makam. Meski bukan rumah juru kunci makam, lokasi itu memang sering digunakan peziarah untuk beristirahat sementara.

“Warga tidak kenal sama sekali. Karena rumah itu dekat makam, biasanya memang sering dipakai peziarah untuk mampir atau beristirahat,” jelasnya.

Selama berada di lokasi, AS mengaku sedang menjalankan ritual spiritual. Kepada warga, ia bercerita bahwa dirinya diperintahkan gurunya untuk menjalani puasa selama tiga tahun dan saat ini baru memasuki bulan ketiga. Ia juga mengaku diminta berziarah ke makam Raden Gunungsari.

“Dia mengaku sedang menjalani puasa tiga tahun atas perintah gurunya dan diminta datang ke tempat itu. Karena memang sering ada peziarah dari luar kota, warga tidak merasa curiga,” kata Sutanto.

Berita Terkait

1 Agustus TPA Antang Hanya Terima Sampah Residu Memicu TPS Liar, GRH-APAK Minta Kebijakan Ditunda
5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Sidang Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Masih Menunggu Putusan Praperadilan
Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja
Diskusi di UGM Ricuh, Nusron Wahid: Ruang Dialog Demokratis Tak Boleh Ditutup
Kisah Tragis Pekerja Dapur MBG di Makassar, Tewas di Tangan Suami
BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini
Qodari: MBG Tidak Akan Dihentikan Meski Didesak Mahasiswa

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:01 WITA

1 Agustus TPA Antang Hanya Terima Sampah Residu Memicu TPS Liar, GRH-APAK Minta Kebijakan Ditunda

Senin, 29 Juni 2026 - 16:55 WITA

5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:47 WITA

Sidang Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Masih Menunggu Putusan Praperadilan

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:45 WITA

Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:41 WITA

Diskusi di UGM Ricuh, Nusron Wahid: Ruang Dialog Demokratis Tak Boleh Ditutup

Senin, 15 Juni 2026 - 18:18 WITA

Kisah Tragis Pekerja Dapur MBG di Makassar, Tewas di Tangan Suami

Senin, 15 Juni 2026 - 12:47 WITA

BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:57 WITA

Qodari: MBG Tidak Akan Dihentikan Meski Didesak Mahasiswa

Berita Terbaru