PDIP Minta Pemotongan Gaji Pejabat Negara Tak Tebang Pilih

- Admin

Selasa, 17 Maret 2026 - 23:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Jakarta – Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, meminta wacana pemotongan gaji pejabat sebagai respons terhadap dampak konflik Timur Tengah dimulai dari jajaran pimpinan negara. Menurutnya, langkah penghematan harus diawali dari presiden, wakil presiden, hingga para menteri sebagai bentuk keteladanan.

Pernyataan itu disampaikan Andreas saat dihubungi pada Senin (16/3/2026). Ia menegaskan, kebijakan efisiensi tidak seharusnya langsung dibebankan kepada pihak lain tanpa contoh nyata dari level tertinggi pemerintahan.

“Kalau mau penghematan, harus mulai dari diri sendiri dulu. Dari presiden, wakil presiden, menteri, hingga pejabat negara,” ujarnya.

Ia menilai, contoh dari pimpinan sangat penting agar semangat efisiensi benar-benar tercermin dalam tata kelola pemerintahan. Tanpa itu, kebijakan pemotongan dinilai tidak akan efektif.

Selain itu, Andreas juga mendorong pemerintah mengevaluasi kembali belanja negara yang dinilai masih belum efisien. Ia menyebut pemborosan anggaran masih terjadi di berbagai sektor.

Menurutnya, pemerintah perlu menyisir anggaran di setiap kementerian dan lembaga untuk memastikan penggunaan dana lebih tepat sasaran. Program yang tidak mendesak, kata dia, sebaiknya ditunda sebagai bagian dari langkah penghematan.

“Anggaran yang tidak urgent bisa ditunda dulu,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyinggung langkah pemerintah Pakistan dalam menekan pengeluaran negara di tengah gejolak global, termasuk dampak konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026), Prabowo menyebut Pakistan menerapkan kebijakan penghematan, mulai dari pemotongan gaji menteri hingga pembatasan penggunaan kendaraan dinas.

Ia menilai kebijakan tersebut dapat menjadi referensi bagi Indonesia, terutama saat harga energi global meningkat. Dalam rapat itu, pemerintah juga membahas langkah mitigasi menghadapi dampak konflik Timur Tengah terhadap kenaikan harga energi.

Prabowo menambahkan, dana hasil penghematan di Pakistan dialokasikan untuk membantu kelompok masyarakat rentan, termasuk melalui pemotongan gaji pejabat tinggi negara.

Berita Terkait

Sidang Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Masih Menunggu Putusan Praperadilan
Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja
Diskusi di UGM Ricuh, Nusron Wahid: Ruang Dialog Demokratis Tak Boleh Ditutup
BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini
Qodari: MBG Tidak Akan Dihentikan Meski Didesak Mahasiswa
Kejagung Tetapkan Asep Yusuf Somantri Tersangka Baru Korupsi Program MBG
BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Rp6 Juta per Hari
KPK Bongkar Dugaan Suap Smart Board di Muara Enim, Seret Bupati dan ASN BPK

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:47 WITA

Sidang Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Masih Menunggu Putusan Praperadilan

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:45 WITA

Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:41 WITA

Diskusi di UGM Ricuh, Nusron Wahid: Ruang Dialog Demokratis Tak Boleh Ditutup

Senin, 15 Juni 2026 - 12:47 WITA

BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:57 WITA

Qodari: MBG Tidak Akan Dihentikan Meski Didesak Mahasiswa

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:41 WITA

Kejagung Tetapkan Asep Yusuf Somantri Tersangka Baru Korupsi Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:38 WITA

BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Rp6 Juta per Hari

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:36 WITA

KPK Bongkar Dugaan Suap Smart Board di Muara Enim, Seret Bupati dan ASN BPK

Berita Terbaru