Mufasyahnews.com, Makassar – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, meresmikan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Universitas Hasanuddin, Sulawesi Selatan. Fasilitas ini menjadikan Unhas sebagai perguruan tinggi negeri pertama di Indonesia yang memiliki dapur MBG.
Dalam peresmian tersebut, Brian menegaskan perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi penonton dalam program strategis nasional. Kampus, kata dia, harus terlibat langsung melalui integrasi riset dan implementasi kebijakan gizi.
Ia menjelaskan, SPPG di lingkungan kampus tidak hanya berfungsi sebagai pendukung program MBG, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai teaching factory. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk praktik, penelitian, serta pengembangan program gizi yang lebih luas di masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menekankan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam menyukseskan program MBG. Menurutnya, kampus memiliki keunggulan dari sisi teknologi, sumber daya manusia, dan inovasi yang dapat mendukung pengembangan program, mulai dari peralatan, keamanan pangan, hingga pelatihan teknis.
Dadan menyebut, fasilitas SPPG di Unhas merupakan yang pertama di lingkungan perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH) di Indonesia Timur. Sebelumnya, program serupa telah lebih dulu hadir di Institut Pertanian Bogor serta sejumlah perguruan tinggi swasta.
Ia juga menyoroti penggunaan teknologi reverse osmosis dalam pengolahan air di fasilitas tersebut. Teknologi ini membuat air hasil produksi layak langsung diminum maupun digunakan untuk memasak, sehingga dapat meminimalkan risiko gangguan pencernaan akibat kualitas air.
Selain itu, sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang diterapkan dinilai sangat baik dan berpotensi menjadi model percontohan bagi daerah lain.
Sebagai informasi, program dapur MBG sebelumnya telah lebih dulu dijalankan oleh Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara pada awal Januari 2025.












