Mufasyahnews.com, Pangkep – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional Republik Indonesia, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) menggelar kegiatan UMKM Goes to Campus: Futurepreneur Movement – Polipangkep Berdampak di Gedung New LT Kampus Polipangkep, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 130 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan unsur akademik. Hadir dalam kegiatan ini Direktur Polipangkep Prof. H. Mauli Kasmi, Digital Marketing Specialist sekaligus Direktur PT Pasarni Mega Investama Irham Irwan Pasanri, serta Entrepreneur, Content Creator, dan Business Growth Mentor, Rijal Djamal.
Mengusung semangat kebangkitan generasi bisnis kreatif Indonesia, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara dunia akademik dan industri dalam mendorong lahirnya generasi muda yang inovatif, adaptif, dan memiliki daya saing di tengah perkembangan zaman.
Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah pemaparan materi dari Rijal Djamal mengenai pentingnya membangun pola pikir kewirausahaan di era digital. Dalam penyampaiannya, Rijal menegaskan bahwa tantangan masa depan tidak hanya menuntut kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan membaca peluang dan menciptakan inovasi bernilai.
Dalam salah satu slide presentasinya yang bertajuk “Selamat Datang di Pengangguran Massal”, Rijal menjelaskan bahwa generasi muda akan menghadapi tantangan yang semakin kompleks akibat dinamika geopolitik global, ketidakstabilan ekonomi dunia, serta kebijakan efisiensi yang berdampak pada sektor pekerjaan dan perekonomian.
“Hari ini kita sedang menghadapi perubahan yang tidak sederhana. Geopolitik dunia memengaruhi rantai ekonomi, kondisi ekonomi global belum sepenuhnya stabil, ditambah berbagai kebijakan efisiensi yang berdampak pada sektor pekerjaan. Ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk mengingatkan bahwa persaingan ke depan akan semakin ketat,” ujar Rijal Djamal.
Menurutnya, istilah “pengangguran massal” tidak hanya dimaknai sebagai meningkatnya jumlah pengangguran, tetapi juga menggambarkan kondisi ketika kemampuan dan keterampilan seseorang tidak lagi selaras dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang.
“Masalahnya bukan hanya karena lapangan pekerjaan berkurang, tetapi karena banyak orang belum menyiapkan diri terhadap perubahan. Mahasiswa perlu mulai membangun kemampuan adaptasi, kreativitas, kemampuan digital, dan pola pikir untuk menciptakan peluang,” tambahnya.
Rijal juga menjelaskan bahwa kewirausahaan bukan sekadar aktivitas menjual produk atau mencari keuntungan, tetapi kemampuan melihat masalah sebagai peluang untuk menghadirkan solusi dan menciptakan perubahan yang bermanfaat secara ekonomi maupun sosial.
“Kewirausahaan adalah kemampuan melihat masalah sebagai peluang untuk menghadirkan solusi dan menciptakan perubahan,” jelasnya.
Ia menilai kampus memiliki peran strategis dalam membentuk ekosistem yang mampu melahirkan entrepreneur muda yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui kegiatan Futurepreneur Movement: Polipangkep Berdampak, mahasiswa diharapkan tidak hanya dipersiapkan menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta peluang, penggerak inovasi, serta bagian dari generasi yang berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa.












