Mufasyahnews.com, Makassar – Kericuhan terjadi usai pertandingan antara Persib Bandung melawan PSM Makassar pada pekan ke-33 Super League 2025/2026 di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Minggu (17/5/2026). Dalam insiden tersebut, salah satu pemain Persib, Achmad Jufriyanto, dikabarkan terkena tendangan dari oknum pendukung tuan rumah saat situasi di stadion memanas.
Laga yang berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Persib itu awalnya berlangsung normal hingga peluit panjang dibunyikan. Setelah pertandingan usai, para pemain dari kedua tim masih berada di area lapangan untuk melakukan aktivitas pascalaga.
Namun situasi mulai berubah ketika sejumlah suporter PSM menyalakan petasan di dalam Stadion BJ Habibie. Suasana stadion yang semula kondusif perlahan menjadi tegang akibat aksi tersebut.
Tidak berselang lama, sejumlah pendukung dilaporkan masuk ke area lapangan dan berlari menuju para pemain Persib maupun PSM. Kondisi itu membuat pemain Persib panik dan langsung berupaya menyelamatkan diri dengan berlari menuju ruang ganti.
Dalam kekacauan tersebut, Achmad Jufriyanto disebut menjadi salah satu pemain yang terdampak. Bek senior Persib itu dikabarkan terkena tendangan dari oknum suporter ketika berusaha meninggalkan lapangan bersama rekan-rekannya.
Situasi yang semakin tidak terkendali membuat skuad Persib harus bertahan cukup lama di dalam ruang ganti stadion demi alasan keamanan. Aparat keamanan dan panitia pelaksana pertandingan kemudian berupaya menenangkan kondisi di sekitar lapangan agar para pemain dapat meninggalkan stadion dengan aman.
Hingga kini belum ada keterangan resmi terkait kronologi lengkap insiden tersebut maupun kondisi terbaru Achmad Jufriyanto setelah kejadian. Pihak penyelenggara pertandingan juga belum memberikan penjelasan mengenai langkah evaluasi pengamanan stadion seusai laga.
Kericuhan selepas pertandingan sepak bola kembali menjadi sorotan publik karena dinilai mencederai semangat sportivitas dalam kompetisi. Banyak pihak berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama dalam pertandingan yang melibatkan rivalitas besar dan dihadiri ribuan suporter.
Insiden ini juga menambah perhatian terhadap sistem keamanan pertandingan di kompetisi sepak bola nasional. Evaluasi terhadap pengamanan suporter, akses masuk lapangan, hingga pengawasan pascalaga dinilai penting untuk menjaga keselamatan pemain, ofisial, dan penonton di stadion.












