Pete-pete Laut Buka Akses Kepulauan Makassar, Ray Suryadi Arsyad Sebut Harapan Baru

- Admin

Jumat, 27 Maret 2026 - 21:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Makassar –  Anggota DPRD Kota Makassar dari Daerah Pemilihan (Dapil) II, Ray Suryadi Arsyad, menyambut positif rencana Pemerintah Kota Makassar menghadirkan program Pete-Pete Laut sebagai sarana transportasi bagi masyarakat kepulauan. Program tersebut dinilai dapat menjadi solusi untuk meningkatkan aksesibilitas warga terhadap berbagai layanan dasar dan peluang ekonomi.

Ray menyampaikan apresiasinya saat dihubungi, Kamis (26/3/2026). Menurutnya, kehadiran transportasi laut tersebut merupakan langkah strategis pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan di Kota Makassar.

Ia menilai, selama ini masyarakat yang tinggal di pulau-pulau menghadapi berbagai keterbatasan akses, baik dalam hal pekerjaan, pendidikan, maupun pelayanan kesehatan. Karena itu, keberadaan Pete-Pete Laut diharapkan mampu menjawab kebutuhan mobilitas warga yang selama ini menjadi kendala.

“Ini menjadi harapan baru agar masyarakat kepulauan bisa lebih aktif dan produktif, setara dengan warga Makassar pada umumnya,” ujar Ray.

Menurut legislator dari Partai Demokrat tersebut, konektivitas yang baik antara pulau dan daratan akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Selain mempermudah aktivitas sehari-hari, transportasi laut yang memadai juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui kelancaran distribusi barang dan jasa.

Meski demikian, Ray mengingatkan bahwa pelaksanaan program tersebut tidak lepas dari sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian pemerintah. Salah satunya adalah ketersediaan armada yang dinilai masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan mobilitas warga kepulauan secara optimal.

Ia menegaskan, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh penyediaan sarana transportasi, tetapi juga oleh sistem pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan. Menurutnya, operasional transportasi laut membutuhkan tenaga operator yang memiliki kompetensi khusus serta sistem pemeliharaan yang rutin.

“Kalau tidak dirawat secara berkala, cepat rusak karena korosi. Jadi harus ada operator yang memang ahli dan bertanggung jawab penuh,” katanya.

Ray menjelaskan bahwa kondisi lingkungan laut memiliki tingkat risiko kerusakan yang lebih tinggi dibandingkan transportasi darat. Oleh karena itu, aspek perawatan armada harus menjadi bagian penting dalam perencanaan program sejak awal agar layanan dapat berjalan secara konsisten dan aman bagi masyarakat.

Selain persoalan armada dan pengelolaan, Ray juga menyoroti pentingnya kejelasan terkait skema tarif layanan. Hingga saat ini, ia mengaku belum memperoleh informasi mengenai apakah masyarakat nantinya akan dikenakan biaya atau layanan tersebut akan disediakan secara gratis oleh pemerintah.

Menurutnya, kepastian mengenai tarif sangat penting agar masyarakat dapat mengetahui mekanisme penggunaan layanan tersebut sekaligus menjadi dasar dalam perencanaan operasional jangka panjang.

Dengan berbagai potensi dan tantangan yang ada, Ray berharap program Pete-Pete Laut dapat direalisasikan dengan perencanaan yang matang. Ia optimistis program tersebut akan menjadi salah satu terobosan penting dalam meningkatkan konektivitas serta mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan Kota Makassar.

Berita Terkait

Tim Pengabdian UNHAS Dorong Penguatan Tata Kelola Desa Wisata Berbasis Potensi Lokal di Desa Bontomarannu Kepulauan Selayar
Demo Mahasiswa Kembali Digelar di Makassar, 1.500 Personel Polisi Disiagakan
Mahasiswa dan Pemuda Sulsel Siap Gelar Unjuk Rasa di Sejumlah Titik Kota Makassar
Baliho Penolakan PSEL Terpasang di Tamalanrea, Warga Soroti Dampak Lingkungan
Unhas Bantah Isu 28 Mahasiswa Diskors Usai Kritik Pengelolaan MBG
Wisatawan Tewas Terseret Ombak di Tebing Apparalang Bulukumba, Polisi Periksa Tiga Saksi
Pria Asal Pallangga Ditemukan Tewas Usai Diduga Melompat dari Jembatan Kembar Gowa
Eks Wakil Kepala BGN Serahkan 26 Nama ke Kejagung dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 12:43 WITA

Demo Mahasiswa Kembali Digelar di Makassar, 1.500 Personel Polisi Disiagakan

Senin, 15 Juni 2026 - 12:40 WITA

Mahasiswa dan Pemuda Sulsel Siap Gelar Unjuk Rasa di Sejumlah Titik Kota Makassar

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:07 WITA

Baliho Penolakan PSEL Terpasang di Tamalanrea, Warga Soroti Dampak Lingkungan

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:03 WITA

Unhas Bantah Isu 28 Mahasiswa Diskors Usai Kritik Pengelolaan MBG

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:51 WITA

Wisatawan Tewas Terseret Ombak di Tebing Apparalang Bulukumba, Polisi Periksa Tiga Saksi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:33 WITA

Pria Asal Pallangga Ditemukan Tewas Usai Diduga Melompat dari Jembatan Kembar Gowa

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:29 WITA

Eks Wakil Kepala BGN Serahkan 26 Nama ke Kejagung dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:25 WITA

Kelangkaan Solar Kembali Terjadi di Makassar, Antrean Truk dan Bus Mengular di SPBU

Berita Terbaru

Sport & Esport

Piala Dunia 2026 : Iran Bangkit Dua Kali, Tahan Imbang Selandia Baru 2-2

Selasa, 16 Jun 2026 - 19:55 WITA