Mufasyahnews.com, Makassar – Anggota DPRD Kota Makassar dari Daerah Pemilihan (Dapil) II, Ray Suryadi Arsyad, menyambut positif rencana Pemerintah Kota Makassar menghadirkan program Pete-Pete Laut sebagai sarana transportasi bagi masyarakat kepulauan. Program tersebut dinilai dapat menjadi solusi untuk meningkatkan aksesibilitas warga terhadap berbagai layanan dasar dan peluang ekonomi.
Ray menyampaikan apresiasinya saat dihubungi, Kamis (26/3/2026). Menurutnya, kehadiran transportasi laut tersebut merupakan langkah strategis pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan di Kota Makassar.
Ia menilai, selama ini masyarakat yang tinggal di pulau-pulau menghadapi berbagai keterbatasan akses, baik dalam hal pekerjaan, pendidikan, maupun pelayanan kesehatan. Karena itu, keberadaan Pete-Pete Laut diharapkan mampu menjawab kebutuhan mobilitas warga yang selama ini menjadi kendala.
“Ini menjadi harapan baru agar masyarakat kepulauan bisa lebih aktif dan produktif, setara dengan warga Makassar pada umumnya,” ujar Ray.
Menurut legislator dari Partai Demokrat tersebut, konektivitas yang baik antara pulau dan daratan akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Selain mempermudah aktivitas sehari-hari, transportasi laut yang memadai juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui kelancaran distribusi barang dan jasa.
Meski demikian, Ray mengingatkan bahwa pelaksanaan program tersebut tidak lepas dari sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian pemerintah. Salah satunya adalah ketersediaan armada yang dinilai masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan mobilitas warga kepulauan secara optimal.
Ia menegaskan, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh penyediaan sarana transportasi, tetapi juga oleh sistem pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan. Menurutnya, operasional transportasi laut membutuhkan tenaga operator yang memiliki kompetensi khusus serta sistem pemeliharaan yang rutin.
“Kalau tidak dirawat secara berkala, cepat rusak karena korosi. Jadi harus ada operator yang memang ahli dan bertanggung jawab penuh,” katanya.
Ray menjelaskan bahwa kondisi lingkungan laut memiliki tingkat risiko kerusakan yang lebih tinggi dibandingkan transportasi darat. Oleh karena itu, aspek perawatan armada harus menjadi bagian penting dalam perencanaan program sejak awal agar layanan dapat berjalan secara konsisten dan aman bagi masyarakat.
Selain persoalan armada dan pengelolaan, Ray juga menyoroti pentingnya kejelasan terkait skema tarif layanan. Hingga saat ini, ia mengaku belum memperoleh informasi mengenai apakah masyarakat nantinya akan dikenakan biaya atau layanan tersebut akan disediakan secara gratis oleh pemerintah.
Menurutnya, kepastian mengenai tarif sangat penting agar masyarakat dapat mengetahui mekanisme penggunaan layanan tersebut sekaligus menjadi dasar dalam perencanaan operasional jangka panjang.
Dengan berbagai potensi dan tantangan yang ada, Ray berharap program Pete-Pete Laut dapat direalisasikan dengan perencanaan yang matang. Ia optimistis program tersebut akan menjadi salah satu terobosan penting dalam meningkatkan konektivitas serta mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan Kota Makassar.












