Literasi Keuangan Jadi Sorotan dalam Seminar PAI dan OJK di Unhas

- Admin

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Jakarta – Sekitar 500 peserta mengikuti Seminar Edukasi Keuangan yang diselenggarakan Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Universitas Hasanuddin (Unhas) di Auditorium Prof. A. Amiruddin Unhas, Makassar, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Indonesian Actuaries Summit 2026 yang akan berlangsung di Hotel Gammara Makassar pada 18–20 Juni 2026. Seminar dibuka oleh Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Mochammad Muchlasin, Ketua PAI Paul Setio Kartono, FSAI, serta Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unhas Dr. Sci. Muhammad Zakir, S.Si., M.Si.

Ketua PAI Paul Setio Kartono mengungkapkan bahwa pelaksanaan seminar dan summit tahun ini mencatat jumlah peserta tertinggi dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Menurutnya, tingginya antusiasme tersebut menunjukkan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap literasi keuangan dan profesi aktuaria.

“Makassar menjadi lokasi yang paling jauh dari Jakarta dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Namun justru di sini jumlah pesertanya menjadi yang terbanyak. Hari ini sekitar 500 peserta hadir mengikuti rangkaian kegiatan,” ujarnya.

Paul juga menyebutkan bahwa acara puncak Indonesian Actuaries Summit 2026 mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Ratusan peserta telah mendaftarkan diri untuk mengikuti summit yang akan berlangsung selama tiga hari tersebut.

Ia menilai literasi keuangan menjadi kebutuhan yang semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sistem pembayaran yang berlangsung sangat cepat. Pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan dinilai penting tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat secara umum.

“Perubahan dalam sistem pembayaran dan layanan keuangan terus terjadi. Karena itu, literasi keuangan menjadi bekal yang sangat penting bagi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Paul turut memperkenalkan profesi aktuaris sebagai salah satu profesi yang memiliki prospek besar di masa depan. Menurutnya, profesi ini menggabungkan berbagai disiplin ilmu seperti matematika, statistik, ekonomi, data science hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mengelola dan memitigasi risiko.

“Profesi aktuaris berfokus pada pengelolaan risiko, baik risiko perusahaan maupun individu. Karena itu, profesi ini memiliki peran yang semakin strategis di berbagai sektor,” jelasnya.

Sebagai bagian dari penguatan pendidikan aktuaria, PAI dan Universitas Hasanuddin juga menandatangani kerja sama yang bertujuan memperluas kolaborasi dalam pengembangan pendidikan, peningkatan kompetensi mahasiswa, serta penguatan hubungan antara dunia akademik dan profesi.

Sementara itu, Dekan FMIPA Unhas, Muhammad Zakir, menjelaskan bahwa Program Studi Aktuaria FMIPA Unhas resmi berdiri pada 15 Juli 2019 dan dalam waktu dekat akan memasuki usia tujuh tahun.

Menurutnya, program studi tersebut terus berupaya menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi dan siap memasuki dunia kerja. Ia menilai hubungan yang erat dengan Persatuan Aktuaris Indonesia menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pencapaian tersebut.

“Kerja sama dengan organisasi profesi sangat diperlukan karena proses memperoleh sertifikasi aktuaris tidak mudah. Dengan kolaborasi yang baik, mahasiswa memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kompetensi profesionalnya,” ujar Zakir.

Seminar edukasi keuangan tersebut dibagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama mengangkat tema ‘Cerdas Keuangan dan Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal’, sedangkan sesi kedua membahas ‘Siapa yang Menjamin Dana Pensiun Tetap Aman di Masa Depan’.

Melalui kegiatan ini, PAI, OJK, dan Universitas Hasanuddin berharap pemahaman masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, mengenai literasi keuangan dapat semakin meningkat. Selain itu, seminar ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan profesi aktuaris sebagai salah satu profesi strategis yang semakin dibutuhkan dalam menghadapi tantangan ekonomi dan industri keuangan di masa mendatang.

Berita Terkait

Piala Dunia 2026 : Portugal Ditahan Imbang RD Kongo 1-1 pada Laga Perdana Grup K
Tim Pengabdian UNHAS Dorong Penguatan Tata Kelola Desa Wisata Berbasis Potensi Lokal di Desa Bontomarannu Kepulauan Selayar
Demo Mahasiswa Kembali Digelar di Makassar, 1.500 Personel Polisi Disiagakan
Mahasiswa dan Pemuda Sulsel Siap Gelar Unjuk Rasa di Sejumlah Titik Kota Makassar
Baliho Penolakan PSEL Terpasang di Tamalanrea, Warga Soroti Dampak Lingkungan
Unhas Bantah Isu 28 Mahasiswa Diskors Usai Kritik Pengelolaan MBG
Wisatawan Tewas Terseret Ombak di Tebing Apparalang Bulukumba, Polisi Periksa Tiga Saksi
Pria Asal Pallangga Ditemukan Tewas Usai Diduga Melompat dari Jembatan Kembar Gowa

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:02 WITA

Piala Dunia 2026 : Portugal Ditahan Imbang RD Kongo 1-1 pada Laga Perdana Grup K

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:50 WITA

Tim Pengabdian UNHAS Dorong Penguatan Tata Kelola Desa Wisata Berbasis Potensi Lokal di Desa Bontomarannu Kepulauan Selayar

Senin, 15 Juni 2026 - 12:43 WITA

Demo Mahasiswa Kembali Digelar di Makassar, 1.500 Personel Polisi Disiagakan

Senin, 15 Juni 2026 - 12:40 WITA

Mahasiswa dan Pemuda Sulsel Siap Gelar Unjuk Rasa di Sejumlah Titik Kota Makassar

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:07 WITA

Baliho Penolakan PSEL Terpasang di Tamalanrea, Warga Soroti Dampak Lingkungan

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:03 WITA

Unhas Bantah Isu 28 Mahasiswa Diskors Usai Kritik Pengelolaan MBG

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:51 WITA

Wisatawan Tewas Terseret Ombak di Tebing Apparalang Bulukumba, Polisi Periksa Tiga Saksi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:33 WITA

Pria Asal Pallangga Ditemukan Tewas Usai Diduga Melompat dari Jembatan Kembar Gowa

Berita Terbaru