Mufasyahnews.com, Makassar – Kepolisian mulai menyelidiki insiden tewasnya seorang wisatawan bernama Elmi Febrianti yang terseret ombak saat berkunjung ke objek wisata Tebing Apparalang, Desa Ara, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba.
Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Andi Imran, mengatakan pihaknya telah memeriksa tiga orang saksi untuk mengungkap kronologi dan penyebab kejadian tersebut.
“Ada tiga orang yang sudah kami mintai keterangan atas tewasnya wisatawan Elmi Febrianti,” ujar Andi Imran, Sabtu (13/6/2026).
Ketiga saksi tersebut masing-masing merupakan rekan korban yang saat itu menemaninya berwisata, petugas jaga Pos Wisata Apparalang, serta anggota keluarga yang melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang. Polisi juga berencana memanggil pengelola objek wisata guna melengkapi proses penyelidikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Elmi datang ke Tebing Apparalang bersama kerabatnya untuk berlibur dan menikmati panorama laut. Selama berada di lokasi, korban bersama rekannya sempat berfoto di sejumlah titik yang menjadi spot favorit pengunjung.
Setelah berkeliling, korban dan rekannya turun ke area lantai kayu yang berada di atas permukaan laut. Saat berada di ujung jembatan papan kayu untuk berfoto, gelombang besar tiba-tiba menghantam struktur kayu tersebut hingga membuat korban terjatuh ke laut.
“Ia terjatuh saat foto-foto di ujung lantai papan kayu saat cuaca ekstrem,” kata pengelola Tebing Apparalang, Amiruddin.
Korban diketahui tidak mampu berenang sehingga kesulitan menyelamatkan diri di tengah kondisi laut yang sedang bergelombang tinggi disertai angin kencang. Meski sempat meminta pertolongan, tubuh korban terus terbawa arus menjauh dari bibir tebing.
Warga dan pengunjung yang berada di sekitar lokasi tidak dapat memberikan pertolongan langsung karena kuatnya arus dan tingginya ombak yang membahayakan keselamatan. Rekan korban juga tidak berani turun ke laut karena keterbatasan kemampuan berenang di perairan terbuka.
Sejumlah saksi mata bahkan sempat merekam detik-detik korban berjuang bertahan di tengah laut. Video tersebut kemudian beredar luas dan menjadi viral di berbagai media sosial.
Setelah korban hilang dari pandangan, rekan-rekannya segera menyebarkan informasi darurat melalui media sosial untuk mempercepat proses pencarian. Tim SAR gabungan kemudian melakukan operasi pencarian hingga akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia sekitar delapan jam setelah kejadian.
Jenazah Elmi ditemukan mengapung sejauh sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal korban terjatuh di perairan Tebing Apparalang. Polisi masih terus mendalami keterangan para saksi dan pihak pengelola untuk memastikan seluruh fakta terkait peristiwa tersebut.












