Menaker: 24.083 Pekerja Terkena PHK hingga April 2025

- Admin

Senin, 5 Mei 2025 - 17:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Makassar – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan bahwa sebanyak 24.083 pekerja menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sejak Januari hingga April 2025. Angka ini mengalami peningkatan dibanding periode yang sama pada tahun 2024.

“Pada 2025 saat ini sudah terdata 24.036 orang, sepertiga lebih dari tahun 2024,” ujar Yassierli dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin, 5 Mei 2025 dikutip dari kanal YouTube Komisi IX.

Tiga provinsi dengan jumlah PHK tertinggi adalah Jawa Tengah sebanyak 10.692 pekerja, DKI Jakarta sebanyak 4.649 pekerja, dan Riau sebanyak 3.546 pekerja.

Sementara itu, tiga sektor usaha yang paling terdampak adalah industri pengolahan (16.801 pekerja), perdagangan besar dan eceran (3.622 pekerja), serta aktivitas jasa lainnya (2.012 pekerja).

Menaker menjelaskan bahwa penyebab utama PHK tahun ini antara lain karena perusahaan merugi akibat lesunya pasar, relokasi usaha, perselisihan hubungan industrial, hingga efisiensi dan kepailitan.

Sebagai langkah antisipatif, pemerintah tengah menyiapkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) PHK yang tidak hanya fokus pada penanganan kasus PHK, tetapi juga mendorong penciptaan lapangan kerja baru. Satgas ini akan melibatkan unsur pemerintah, pengusaha, serikat pekerja, serta akademisi.

Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2024, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah pekerja yang terkena PHK mencapai 77.965 orang.

Berita Terkait

Sidang Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Masih Menunggu Putusan Praperadilan
Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja
Diskusi di UGM Ricuh, Nusron Wahid: Ruang Dialog Demokratis Tak Boleh Ditutup
BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini
Qodari: MBG Tidak Akan Dihentikan Meski Didesak Mahasiswa
Kejagung Tetapkan Asep Yusuf Somantri Tersangka Baru Korupsi Program MBG
BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Rp6 Juta per Hari
KPK Bongkar Dugaan Suap Smart Board di Muara Enim, Seret Bupati dan ASN BPK

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:47 WITA

Sidang Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Masih Menunggu Putusan Praperadilan

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:45 WITA

Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:41 WITA

Diskusi di UGM Ricuh, Nusron Wahid: Ruang Dialog Demokratis Tak Boleh Ditutup

Senin, 15 Juni 2026 - 12:47 WITA

BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:57 WITA

Qodari: MBG Tidak Akan Dihentikan Meski Didesak Mahasiswa

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:41 WITA

Kejagung Tetapkan Asep Yusuf Somantri Tersangka Baru Korupsi Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:38 WITA

BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Rp6 Juta per Hari

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:36 WITA

KPK Bongkar Dugaan Suap Smart Board di Muara Enim, Seret Bupati dan ASN BPK

Berita Terbaru