Sinyal Politik di Balik Pernyataan “Nasi Goreng” Megawati, Dinilai Bukan Sekadar Nostalgia

- Admin

Senin, 12 Mei 2025 - 13:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Makassar –Pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang menyebut seorang presiden merindukan nasi goreng buatannya, dipandang sebagai isyarat politik yang sarat makna menjelang agenda penting partai.

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menilai bahwa pernyataan Megawati tersebut mengandung makna lebih dari sekadar kerinduan terhadap masakan. Ia meyakini bahwa sinyal tersebut mengindikasikan adanya manuver politik besar yang tengah disiapkan oleh PDIP.

“Menurut saya, jika Ibu Mega sudah menyampaikan kode soal nasi goreng, itu bukanlah sekadar lelucon atau cerita pribadi. Kemungkinan besar, akan ada dinamika politik besar yang mengiringi arah sikap PDIP ke depan,” ujar Agung saat tampil di program Sapa Indonesia Pagi Kompas TV pada Senin (12/5/2025).

Agung juga menyinggung kemungkinan digelarnya kongres PDIP dalam waktu dekat, yang akan menjadi momen untuk menentukan posisi partai. “Bisa jadi PDIP akan menetapkan sikap apakah tetap menjadi mitra kritis, menjadi mitra strategis, atau mengambil peran penuh dalam kerja sama dengan pemerintahan mendatang,” jelasnya.

Ia menambahkan, pernyataan Megawati tersebut mengingatkannya pada situasi di masa lalu, di mana nasi goreng juga menjadi simbol pendekatan dalam relasi antara Megawati dan Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

“Ini semacam deja vu politik. Dahulu, hubungan Ibu Mega dengan Gus Dur juga pernah mencair berkat pendekatan personal semacam ini,” ujarnya.

Dalam pernyataan sebelumnya, Megawati memang menyebut ada presiden yang kerap menanyakan kapan dirinya akan membuatkan nasi goreng lagi. Meski tak menyebut nama, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kemudian mengonfirmasi bahwa sosok yang dimaksud adalah Prabowo Subianto.

Menurut Prasetyo, Prabowo sudah merindukan masakan khas Megawati tersebut sejak lebih dari dua tahun lalu. Pernyataan ini menimbulkan spekulasi bahwa PDIP tengah membuka kemungkinan untuk mempererat kerja sama dengan pemerintahan terpilih.

Megawati, yang dikenal sering menyampaikan pesan politik melalui simbol dan humor khasnya, kini kembali memunculkan perbincangan publik terkait arah politik partai yang dipimpinnya.

Berita Terkait

Sidang Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Masih Menunggu Putusan Praperadilan
Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja
Diskusi di UGM Ricuh, Nusron Wahid: Ruang Dialog Demokratis Tak Boleh Ditutup
BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini
Qodari: MBG Tidak Akan Dihentikan Meski Didesak Mahasiswa
Kejagung Tetapkan Asep Yusuf Somantri Tersangka Baru Korupsi Program MBG
BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Rp6 Juta per Hari
KPK Bongkar Dugaan Suap Smart Board di Muara Enim, Seret Bupati dan ASN BPK

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:47 WITA

Sidang Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Masih Menunggu Putusan Praperadilan

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:45 WITA

Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:41 WITA

Diskusi di UGM Ricuh, Nusron Wahid: Ruang Dialog Demokratis Tak Boleh Ditutup

Senin, 15 Juni 2026 - 12:47 WITA

BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:57 WITA

Qodari: MBG Tidak Akan Dihentikan Meski Didesak Mahasiswa

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:41 WITA

Kejagung Tetapkan Asep Yusuf Somantri Tersangka Baru Korupsi Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:38 WITA

BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Rp6 Juta per Hari

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:36 WITA

KPK Bongkar Dugaan Suap Smart Board di Muara Enim, Seret Bupati dan ASN BPK

Berita Terbaru