Mufasyahnews.com, Makassar – Arus mudik keluar Makassar pada Sabtu (21/3/2026) pagi terpantau masih lengang, terutama di jalur utama menuju Kabupaten Maros. Kondisi ini terlihat sekitar pukul 09.00 WITA di kawasan Simpang 5 Mandai.
Lalu lintas didominasi kendaraan roda dua. Banyak warga yang baru saja pulang dari salat Idulfitri terlihat mengenakan pakaian muslim. Namun, sebagian pengendara motor tidak menggunakan helm dan memilih memakai songkok.
Sejumlah pemudik juga tampak singgah di kawasan penjual roti Maros. Meski sebagian toko masih tutup, lokasi tersebut dimanfaatkan untuk beristirahat atau menggunakan fasilitas umum seperti toilet.
Sepanjang ruas jalan di wilayah Maros juga masih relatif sepi. Aktivitas perdagangan pun belum berjalan, termasuk di Pasar Bulu-Bulu yang terlihat tidak beroperasi pada hari raya.
Di sisi lain, Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan tetap bersiaga mengawal arus mudik. Kepala Dishub Sulsel, Andi Erwin Terwo, menyatakan pihaknya telah menyiapkan sekitar 210 personel yang ditempatkan di sejumlah titik rawan kemacetan.
Personel tersebut disebar sejak awal masa mudik, selama libur Lebaran, hingga arus balik. Mereka juga bekerja sama dengan kepolisian di posko pengamanan serta ditempatkan di jalur-jalur vital.
“Sekitar 210 personel kami siagakan di titik-titik yang dianggap rawan kemacetan,” kata Andi Erwin di Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.
Menurutnya, perhatian khusus diberikan pada jalur keluar kota, seperti Simpang 5 Mandai di perbatasan Makassar–Maros dan kawasan Jembatan Kembar yang menghubungkan Makassar dengan Kabupaten Gowa.
Selain itu, petugas juga ditempatkan di masjid-masjid yang menjadi lokasi pelaksanaan salat Idulfitri, dengan koordinasi bersama pemerintah kabupaten/kota.
Meski bertepatan dengan libur hari raya, para personel Dishub tetap menjalankan tugas untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat selama periode mudik Lebaran.












