Cathlyn Dapat Dukungan Beasiswa dari INTI di Tengah Kontroversi Seleksi Paskibraka

- Admin

Senin, 1 Juni 2026 - 17:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Makassar – Perhimpunan Indonesia-Tionghoa (INTI) menawarkan beasiswa pendidikan tinggi kepada siswi asal Makassar, Cathlyn Yvaine Lesmana, yang belakangan menjadi sorotan setelah dikabarkan gagal melaju sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional. Dukungan tersebut diberikan di tengah polemik yang berkembang terkait dugaan ketidakadilan dalam proses seleksi.

Sekretaris Jenderal PP Perhimpunan INTI, Hardy Stefanus, mengatakan pihaknya sejak awal mengikuti perkembangan seleksi Paskibraka dan mendorong agar seluruh tahapan berjalan secara objektif, transparan, serta menjunjung prinsip kesetaraan bagi seluruh peserta.

Menurut Hardy, INTI telah berkoordinasi dengan Pengurus Daerah (PD) Perhimpunan INTI Sulawesi Selatan dan Generasi Muda Indonesia Tionghoa (GEMA INTI) untuk mencermati persoalan tersebut.

“Sejak awal kami sudah berkomunikasi agar proses seleksi Paskibraka ini berjalan secara adil, transparan, dan menjunjung tinggi nilai persatuan serta kesetaraan bagi seluruh anak bangsa,” kata Hardy, dikutip dari TribunMakassar, Kamis (28/5/2026).

Hardy menilai polemik yang muncul tidak hanya berkaitan dengan mekanisme seleksi, tetapi juga menyangkut rasa keadilan, keberagaman, dan kesempatan yang sama bagi generasi muda Indonesia untuk berprestasi.

“Ini bukan hanya soal seleksi, tetapi juga soal rasa keadilan dan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Selain Cathlyn, INTI juga menawarkan beasiswa kepada peserta seleksi Paskibraka lainnya, Meivylicha Putri Aurelia Kamal. Menurut Hardy, langkah tersebut merupakan bentuk dukungan moral agar para siswi tetap termotivasi mengejar prestasi meski menghadapi situasi yang tidak mudah.

“Ini adalah bentuk dukungan moral. Kami ingin memastikan bahwa pengalaman ini tidak melemahkan semangat mereka, justru menjadi penguat untuk terus berprestasi,” katanya.

Meski memberikan perhatian terhadap kasus tersebut, INTI tetap mengajak masyarakat menghormati kewenangan panitia seleksi dan institusi terkait. Namun, organisasi itu menilai penjelasan yang terbuka kepada publik penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses seleksi.

“Proses ini perlu dijelaskan secara proporsional dan transparan agar kepercayaan publik tetap terjaga,” ujar Hardy.

Sebelumnya, nama Cathlyn Yvaine Lesmana ramai diperbincangkan setelah beredar informasi bahwa dirinya dicoret dari tiga besar calon utusan putri Sulawesi Selatan untuk mengikuti seleksi Paskibraka tingkat nasional di Jakarta. Dalam informasi yang beredar, posisi Cathlyn disebut digantikan oleh seorang siswi asal Jeneponto yang tidak masuk dalam 10 besar hasil seleksi.

Polemik tersebut kemudian berkembang dengan munculnya dugaan diskriminasi etnis dan isu kemampuan berbahasa daerah yang disebut memengaruhi hasil seleksi.

Menanggapi tudingan tersebut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Selatan, Bustanul Arifin, membantah adanya diskriminasi dalam proses seleksi. Ia juga menegaskan bahwa kemampuan berbahasa daerah bukan merupakan syarat penilaian peserta.

“Betul, itu bukan menjadi syarat. Tetapi, pada saat itu dipertanyakan sebagai pertanyaan basic untuk mewakili provinsi,” kata Bustanul Arifin dalam program Sapa Indonesia Malam Kompas TV, Rabu (27/5/2026).

Hingga kini, polemik terkait seleksi calon Paskibraka Sulawesi Selatan masih menjadi perhatian publik. Sejumlah pihak berharap proses klarifikasi dapat dilakukan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi yang berlarut-larut.

Berita Terkait

Mahasiswa KKN-T 116 Unhas Paparkan Enam Program Kerja Pertanian dan Teknologi Tepat Guna di Banyorang 1
Mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Unhas Gelombang 116 Sampaikan Program Kerja dalam Seminar Awal di Desa Bola Bulu
5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Sidang Praperadilan Bahtiar Baharuddin Masuki Babak Akhir, Putusan Dibacakan Hari Ini
Wali Kota Makassar Perintahkan Inspektorat Selidiki Dugaan Pungli Pengisian Jabatan Kepala Sekolah
Video Dugaan Pungli Jabatan Kepala Sekolah Beredar, Wali Kota Makassar Perintahkan Inspektorat Selidiki Dugaan Pungli Pengisian Jabatan Kepala Sekolah
Semarak Piala Dunia 2026, Kepala TVRI Sulsel Hadiri Nobar Guna Perkuat Silaturahmi Antarinstansi
Wakil Ketua II DPRD Makassar Anwar Faruq Hadiri Car Free Day “Polri untuk Masyarakat” Peringati HUT Bhayangkara ke-80

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:03 WITA

Mahasiswa KKN-T 116 Unhas Paparkan Enam Program Kerja Pertanian dan Teknologi Tepat Guna di Banyorang 1

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:23 WITA

Mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Unhas Gelombang 116 Sampaikan Program Kerja dalam Seminar Awal di Desa Bola Bulu

Senin, 29 Juni 2026 - 16:42 WITA

Sidang Praperadilan Bahtiar Baharuddin Masuki Babak Akhir, Putusan Dibacakan Hari Ini

Senin, 29 Juni 2026 - 16:38 WITA

Wali Kota Makassar Perintahkan Inspektorat Selidiki Dugaan Pungli Pengisian Jabatan Kepala Sekolah

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:45 WITA

Video Dugaan Pungli Jabatan Kepala Sekolah Beredar, Wali Kota Makassar Perintahkan Inspektorat Selidiki Dugaan Pungli Pengisian Jabatan Kepala Sekolah

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:42 WITA

Semarak Piala Dunia 2026, Kepala TVRI Sulsel Hadiri Nobar Guna Perkuat Silaturahmi Antarinstansi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:27 WITA

Wakil Ketua II DPRD Makassar Anwar Faruq Hadiri Car Free Day “Polri untuk Masyarakat” Peringati HUT Bhayangkara ke-80

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:06 WITA

Wali Kota Makassar Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat Hari Bhayangkara ke-80, Ajak Perkuat Sinergi dengan Polri

Berita Terbaru