China Kecam AS atas Pencabutan Visa Mahasiswa: Dinilai Bermotif Politik dan Diskriminatif

- Admin

Jumat, 30 Mei 2025 - 16:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Makassar – Pemerintah China menyatakan penyesalan mendalam atas keputusan Amerika Serikat yang mencabut visa sejumlah mahasiswa asal China yang tengah menempuh pendidikan di AS. Kebijakan ini dipandang sebagai tindakan yang bersifat diskriminatif dan memiliki motif politik, serta dinilai merusak citra Amerika Serikat sebagai negara yang menjunjung nilai-nilai keterbukaan dan kebebasan.

Dalam konferensi pers yang digelar di Beijing pada Kamis (29/5), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyebut bahwa keputusan pemerintah AS menunjukkan kemunafikan terhadap prinsip-prinsip yang selama ini mereka gaungkan. Ia menambahkan, langkah ini tidak hanya merugikan mahasiswa yang terdampak, tetapi juga akan memperburuk reputasi AS di mata dunia.

Kebijakan pencabutan visa ini diumumkan oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, sebagai bagian dari strategi baru pemerintah yang lebih ketat terhadap mahasiswa asing, khususnya dari China. Fokus utamanya adalah mahasiswa yang memiliki kaitan dengan Partai Komunis China atau yang sedang menempuh studi di bidang teknologi sensitif seperti kecerdasan buatan dan semikonduktor.

Langkah ini memicu kekhawatiran di kalangan mahasiswa China, yang kini mulai mempertimbangkan untuk melanjutkan studi ke negara lain, termasuk Inggris. Mereka menghadapi kesulitan dalam proses perpanjangan visa dan akses ke jadwal wawancara yang terbatas.

Para pengamat memperingatkan bahwa kebijakan ini bisa berdampak negatif bagi ekonomi dan sektor pendidikan tinggi AS, mengingat mahasiswa internasional, terutama dari China dan India, telah berkontribusi lebih dari 50 miliar dolar AS terhadap ekonomi nasional pada tahun 2023.

Sebagai respons, pemerintah China telah menyampaikan protes diplomatik resmi dan mendesak Washington untuk menghentikan langkah yang dinilai diskriminatif tersebut. Mao Ning menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan tegas untuk melindungi hak dan kepentingan warganya yang sedang belajar di luar negeri.

Ketegangan ini menjadi bagian dari serangkaian gesekan antara China dan AS, menyusul konflik di bidang perdagangan, keamanan nasional, dan isu-isu global lainnya.

Dengan jumlah mahasiswa China di AS mencapai lebih dari 277.000 orang pada tahun akademik 2023–2024, kebijakan ini diyakini akan memberikan dampak signifikan, tidak hanya terhadap individu yang terdampak langsung, tetapi juga terhadap hubungan bilateral di bidang pendidikan dan pertukaran budaya.

Pemerintah China menyerukan kepada AS untuk menghentikan tindakan yang dianggap tidak adil tersebut, serta mengembalikan komitmen terhadap prinsip keterbukaan dan kerja sama internasional yang telah lama menjadi fondasi hubungan kedua negara.

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Kuota Haji Rugikan Negara Rp622 Miliar, Yaqut Gugat Lewat Praperadilan
Menlu Ungkap 15 WNI di Iran Akan Dievakuasi
Minyak Tembus US$78, Pemerintah Antisipasi Dampak Perang AS–Israel dan Iran ke Ekonomi RI
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Kembalikan Mobil Dinas Rp8,49 Miliar
AHY Ingatkan Dampak Konflik AS–Israel dan Iran Bisa Guncang Ekonomi Global
Trump Umumkan Khamenei Wafat, Dunia Khawatir Konflik Iran Makin Memanas
Iran Resmi Umumkan Khamenei Tewas, Disebut Gugur dalam Serangan AS dan Israel
Oknum Anggota DPRD Pangkep Praksi GOLKAR Dilaporkan ke Polda Sulsel atas Dugaan Penipuan Proyek

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 18:20 WITA

Dugaan Korupsi Kuota Haji Rugikan Negara Rp622 Miliar, Yaqut Gugat Lewat Praperadilan

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:21 WITA

Menlu Ungkap 15 WNI di Iran Akan Dievakuasi

Senin, 2 Maret 2026 - 15:07 WITA

Minyak Tembus US$78, Pemerintah Antisipasi Dampak Perang AS–Israel dan Iran ke Ekonomi RI

Senin, 2 Maret 2026 - 13:55 WITA

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Kembalikan Mobil Dinas Rp8,49 Miliar

Minggu, 1 Maret 2026 - 14:30 WITA

Trump Umumkan Khamenei Wafat, Dunia Khawatir Konflik Iran Makin Memanas

Minggu, 1 Maret 2026 - 08:27 WITA

Iran Resmi Umumkan Khamenei Tewas, Disebut Gugur dalam Serangan AS dan Israel

Sabtu, 28 Februari 2026 - 22:33 WITA

Oknum Anggota DPRD Pangkep Praksi GOLKAR Dilaporkan ke Polda Sulsel atas Dugaan Penipuan Proyek

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:14 WITA

BGN Terapkan Skema Baru, Rp500 Juta per Hari Mengalir ke Setiap Dapur MBG

Berita Terbaru

Nasional

Menlu Ungkap 15 WNI di Iran Akan Dievakuasi

Selasa, 3 Mar 2026 - 17:21 WITA