Demo Tolak Revisi UU TNI: Koalisi Masyarakat Sipil dan Mahasiswa Serukan Penolakan di DPR

- Admin

Kamis, 20 Maret 2025 - 17:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Makassar – Pada Kamis, 20 Maret 2025, Koalisi Masyarakat Sipil bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, menolak pengesahan Revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI).

Aksi ini dipicu oleh kekhawatiran bahwa revisi UU TNI dapat melemahkan supremasi sipil dan membuka peluang bagi kembalinya dwifungsi ABRI, yang pernah menjadi bagian dari sejarah kelam Orde Baru.

Diperkirakan sekitar 1.000 mahasiswa bergabung dalam aksi ini, dengan titik kumpul di Senayan Park dan TVRI sebelum bergerak menuju Gedung DPR. Selain di Jakarta, aksi serupa juga digelar di berbagai kota, termasuk Makassar.

Koalisi Masyarakat Sipil Makassar menggelar demonstrasi di Gedung DPRD Sulsel dan depan Kodam XIV/Hasanuddin pada Rabu, 19 Maret 2025. Mereka menilai pembahasan revisi UU TNI dilakukan terburu-buru, tidak transparan, dan tidak masuk dalam Prolegnas 2025 serta RPJMN 2025-2029. Tiga isu utama yang menjadi perhatian adalah perubahan status TNI, perluasan kedudukan TNI di jabatan sipil, dan perpanjangan masa pensiun prajurit.

Dalam rapat paripurna yang berlangsung pada hari yang sama, DPR RI resmi mengesahkan revisi UU TNI menjadi undang-undang. Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengetuk palu tanda disetujuinya revisi tersebut.

Pengesahan ini menuai pro dan kontra. Sementara kelompok pro-revisi mendukung perubahan sebagai upaya memperkuat pertahanan negara, kelompok penolak khawatir akan dampak terhadap demokrasi dan hak asasi manusia. Koalisi Masyarakat Sipil menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam ranah sipil dapat mempersempit ruang demokrasi dan meningkatkan potensi pelanggaran HAM.

Aksi unjuk rasa hari ini mencerminkan dinamika demokrasi di Indonesia, di mana masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi terkait kebijakan pemerintah.

Berita Terkait

Sidang Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Masih Menunggu Putusan Praperadilan
Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja
Diskusi di UGM Ricuh, Nusron Wahid: Ruang Dialog Demokratis Tak Boleh Ditutup
BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini
Qodari: MBG Tidak Akan Dihentikan Meski Didesak Mahasiswa
Kejagung Tetapkan Asep Yusuf Somantri Tersangka Baru Korupsi Program MBG
BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Rp6 Juta per Hari
KPK Bongkar Dugaan Suap Smart Board di Muara Enim, Seret Bupati dan ASN BPK

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:47 WITA

Sidang Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Masih Menunggu Putusan Praperadilan

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:45 WITA

Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:41 WITA

Diskusi di UGM Ricuh, Nusron Wahid: Ruang Dialog Demokratis Tak Boleh Ditutup

Senin, 15 Juni 2026 - 12:47 WITA

BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:57 WITA

Qodari: MBG Tidak Akan Dihentikan Meski Didesak Mahasiswa

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:41 WITA

Kejagung Tetapkan Asep Yusuf Somantri Tersangka Baru Korupsi Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:38 WITA

BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Rp6 Juta per Hari

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:36 WITA

KPK Bongkar Dugaan Suap Smart Board di Muara Enim, Seret Bupati dan ASN BPK

Berita Terbaru