Mufasyahnews.com, Makassar – Kondisi jalan rusak di Jalan Pajjaiang, Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, kembali menjadi sorotan warga. Jalan yang merupakan akses utama menuju SMA Negeri 22 Makassar itu mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pelajar yang setiap hari melintas.
Di sejumlah titik, permukaan jalan tampak berlubang dengan genangan air berwarna kecokelatan yang menyerupai kubangan. Kondisi tersebut semakin parah saat hujan turun karena lubang-lubang jalan tertutup air sehingga sulit terlihat oleh pengendara.
Keluhan warga mencuat melalui sebuah video yang beredar dan diterima media pada Senin (9/2/2026). Dalam rekaman tersebut, warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan mengingat jalan itu menjadi akses penting bagi masyarakat dan pelajar.
“Kami bersama siswa SMA 22 sangat berharap terkait perbaikan jalan ini,” ujar seorang warga dalam video tersebut.
Tidak hanya warga sekitar, para pelajar yang setiap hari menggunakan akses tersebut juga berharap adanya perhatian dari pemerintah. Mereka khawatir kondisi jalan yang rusak dapat memicu kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang melintas pada pagi dan sore hari.
Menanggapi keluhan tersebut, anggota DPRD Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, mengaku telah mengetahui kondisi jalan dimaksud. Bahkan, ia mengaku pernah melintasi ruas jalan tersebut dan menilai kerusakannya memang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Menurutnya, berdasarkan lokasi dan fungsi jalan, ruas tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Kota Makassar karena menjadi jalur yang digunakan masyarakat umum serta menghubungkan kawasan permukiman di Perumnas Sudiang.
“Kalau melihat letak dan posisinya, itu masuk akses jalan pemerintah kota karena dilalui masyarakat dan tembus ke Perumnas Sudiang,” ujarnya.
Ia pun mendesak Pemerintah Kota Makassar melalui instansi terkait agar segera melakukan penanganan. Sebab, jalan tersebut tidak hanya menjadi akses menuju sekolah, tetapi juga digunakan masyarakat untuk menuju tempat ibadah dan berbagai aktivitas sehari-hari.
“Pemkot agar segera mungkin melakukan perbaikan karena di sana terdapat akses pendidikan dan peribadatan yang dilalui masyarakat,” katanya.
Kerusakan jalan tersebut dinilai menjadi perhatian penting mengingat kawasan Biringkanaya merupakan salah satu wilayah berkembang di Makassar dengan mobilitas warga yang cukup tinggi. Keberadaan infrastruktur jalan yang layak menjadi kebutuhan dasar untuk menunjang aktivitas masyarakat, termasuk sektor pendidikan.
Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan perbaikan sementara, tetapi juga penanganan yang lebih menyeluruh agar kerusakan serupa tidak terus berulang. Dengan perbaikan yang cepat dan tepat, akses menuju SMA Negeri 22 Makassar serta fasilitas umum lainnya dapat kembali nyaman dan aman digunakan oleh masyarakat.
Keluhan ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan infrastruktur secara berkala, terutama pada jalan-jalan yang menjadi akses utama bagi pelajar dan warga. Masyarakat berharap respons cepat dari pemerintah dapat segera menjawab kebutuhan dan keselamatan pengguna jalan di kawasan tersebut.












