Kecamatan Ujung Pandang Bantah Petugas Kebersihan Buang Sampah ke Laut di Pantai Losari

- Admin

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Makassar – Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang memberikan klarifikasi terkait video viral yang memperlihatkan seorang petugas kebersihan bekerja di kawasan Pantai Panjang, Pantai Losari. Video tersebut memicu perdebatan di media sosial karena sejumlah warganet menuding petugas menyapu dan membuang sampah ke laut.

Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, menegaskan tudingan tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Setelah menelaah rekaman video berulang kali, pihak kecamatan tidak menemukan adanya tindakan petugas yang menyapu sampah ke arah laut.

Menurut Nanin, petugas dalam video sedang membersihkan area pesisir yang berbatu dengan cara mengumpulkan sampah di titik tertentu sebelum diangkut oleh petugas lain.

“Kami juga melihat videonya berulang-ulang. Tidak ada gerakan menyapu menuju ke laut. Yang terlihat adalah menyapu ke arah pinggiran untuk mengumpulkan sampah,” kata Nanin, Selasa (2/6/2026).

Pada hari yang sama, video lain yang memperlihatkan tumpukan sampah di kawasan Pantai Panjang juga ramai beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut tampak berbagai jenis sampah, mulai dari botol plastik, kemasan makanan, hingga sebuah kasur yang terdampar di bibir pantai.

Nanin menjelaskan, sampah yang menumpuk di kawasan pesisir bukan berasal dari aktivitas petugas kebersihan. Ia menyebut sebagian besar merupakan sampah kiriman yang terbawa arus laut maupun aliran kanal menuju kawasan pantai.

Menurutnya, petugas kebersihan justru setiap hari melakukan pembersihan dan pengangkutan sampah yang menumpuk di sepanjang garis pantai.

“Yang viral itu, siapa yang buang sampah? Masyarakat kan yang buang sampah. Sampai ada kasurnya, ada botolnya dan macam-macam. Yang mengangkut sampah itu petugas kami,” ujarnya.

Ia juga menilai tidak logis jika petugas yang bertugas membersihkan pantai justru menjadi pihak yang membuang sampah ke laut.

“Secara logika tidak mungkin petugas membuang sampah lalu petugas lainnya yang harus mengangkut kembali sampah tersebut,” katanya.

Karena itu, Nanin mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya serta membiasakan memilah sampah dari rumah.

Untuk meluruskan informasi yang berkembang, pihak kecamatan menghadirkan langsung petugas kebersihan yang terekam dalam video viral tersebut. Petugas bernama Bahar membantah tuduhan bahwa dirinya membuang sampah ke laut.

Bahar menjelaskan, lokasi yang dibersihkan merupakan area berbatu sehingga proses penyapuan dilakukan secara bertahap agar sampah dapat terkumpul sebelum diangkut.

Menurutnya, kemungkinan ada sampah berukuran kecil yang terselip di sela-sela batu sehingga menimbulkan persepsi berbeda bagi orang yang melihat dari kejauhan.

“Saya menyapu sedikit-sedikit karena daerahnya berbatu. Tidak mungkin saya sapu memanjang. Mungkin ada yang melihat tisu yang tersangkut di sela batu lalu mengira dibuang ke laut,” jelasnya.

Bahar menambahkan, tugasnya hanya mengumpulkan sampah di lokasi tertentu. Setelah itu, sampah akan diangkut oleh petugas lain yang memiliki tanggung jawab khusus untuk pengangkutan.

“Ada petugas khusus yang mengangkut. Kami hanya kumpulkan, nanti ada yang jemput dan angkut,” katanya.

Petugas yang telah bekerja menjaga kebersihan kawasan Pantai Losari sejak 2013 itu mengaku belum pernah menerima keluhan terkait dugaan membuang sampah ke laut selama menjalankan tugasnya.

Ia menegaskan tidak ada alasan bagi petugas kebersihan untuk sengaja membuang sampah ke laut karena sampah tersebut pada akhirnya akan kembali ke pesisir dan harus dibersihkan lagi.

Senada dengan Bahar, petugas kebersihan lainnya, Chairul Asikin, mengatakan sebagian besar sampah yang ditemukan di kawasan pantai merupakan sampah kiriman yang terbawa arus laut dari berbagai wilayah.

“Sampah-sampah yang di situ sampah kiriman. Dari pulau-pulau. Kami juga petugas perahu setiap hari ambil sampah,” ujarnya.

Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang berharap masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan dari potongan video yang beredar di media sosial serta ikut berperan aktif menjaga kebersihan kawasan pesisir dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Berita Terkait

Pelemahan Nilai Rupiah Picu Kenaikan Harga Elektronik di Makassar
Makassar Hasilkan 1.036 Ton Sampah per Hari, Pemkot Perkuat Kolaborasi Penanganan
Muhammad Alwi: Pendidikan Bukan Sekadar Hak, tetapi Investasi Masa Depan Daerah
5.502 Jamaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Madinah pada Fase Gelombang Kedua
Perum Bulog Bone Tuntaskan 95 Persen Penyaluran Bantuan Pangan, Stok Beras Capai 81 Ribu Ton
Kisah Anggi Mendampingi Ibu Lansia Berhaji, Berat di Bayangan Mudah dalam Kenyataan
Di Balik Busana Mewah Jamaah Haji Sulsel, Ada Perjalanan Panjang dan Pengorbanan
Bupati Gowa Husniah Syukuri Kepulangan Ratusan Jamaah Haji Gowa dalam Keadaan Sehat

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:27 WITA

Pelemahan Nilai Rupiah Picu Kenaikan Harga Elektronik di Makassar

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WITA

Makassar Hasilkan 1.036 Ton Sampah per Hari, Pemkot Perkuat Kolaborasi Penanganan

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:32 WITA

Muhammad Alwi: Pendidikan Bukan Sekadar Hak, tetapi Investasi Masa Depan Daerah

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:14 WITA

5.502 Jamaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Madinah pada Fase Gelombang Kedua

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:07 WITA

Kisah Anggi Mendampingi Ibu Lansia Berhaji, Berat di Bayangan Mudah dalam Kenyataan

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:02 WITA

Di Balik Busana Mewah Jamaah Haji Sulsel, Ada Perjalanan Panjang dan Pengorbanan

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:58 WITA

Bupati Gowa Husniah Syukuri Kepulangan Ratusan Jamaah Haji Gowa dalam Keadaan Sehat

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:45 WITA

Akademisi Unhas Desak Evaluasi Total MBG Usai Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi

Berita Terbaru