Mufasyahnews.com, Makassar – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Sydney mengeluarkan peringatan kewaspadaan bagi warga negara Indonesia (WNI) di Australia menyusul insiden penembakan massal di kawasan Pantai Bondi, Sydney, New South Wales, pada Ahad waktu setempat.
Melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, pemerintah Indonesia menyatakan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan koordinasi intensif dengan otoritas keamanan Australia.
“KJRI Sydney mengimbau WNI di wilayah New South Wales untuk meningkatkan kewaspadaan, menjauhi lokasi kejadian, serta mematuhi arahan aparat setempat,” demikian pernyataan tertulis Kemlu RI yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (15/12).
Kemlu menegaskan, hingga kini belum ada laporan resmi yang menyebutkan adanya WNI menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Otoritas Australia juga belum mengumumkan identitas maupun kewarganegaraan para korban.
Sebagai langkah antisipasi, KJRI Sydney membuka layanan darurat bagi WNI yang membutuhkan bantuan atau memiliki informasi terkait insiden ini melalui nomor +61-434-544-478.
Sementara itu, Kepolisian Australia melaporkan jumlah korban tewas bertambah menjadi 12 orang, dengan 29 orang lainnya mengalami luka-luka. Informasi tersebut disampaikan Australian Broadcasting Corporation (ABC). Dari korban meninggal, sembilan di antaranya merupakan warga sipil, sementara satu orang dipastikan sebagai pelaku penembakan. Sejumlah korban luka diketahui merupakan petugas kepolisian yang pertama kali merespons kejadian.
Kepolisian Negara Bagian New South Wales (NSW) menyatakan dua orang telah diamankan. Meski demikian, operasi pengamanan masih berlangsung dan masyarakat diminta menjauhi kawasan Pantai Bondi yang kini ditetapkan sebagai zona steril.
Situasi keamanan semakin diperketat setelah aparat menerima informasi adanya ancaman bom di sekitar lokasi kejadian. Aparat penjinak bom tengah berupaya mengamankan benda yang diduga sebagai alat peledak rakitan.
Penembakan terjadi di bagian utara Pantai Bondi, tepatnya di area Bondi Park Playground. Insiden ini berlangsung bertepatan dengan hari pertama perayaan Hanukkah, saat kegiatan “Chanukah by the Sea” dijadwalkan berlangsung di lokasi tersebut.
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyebut insiden ini sebagai peristiwa yang mengejutkan dan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban serta keluarga yang ditinggalkan. Pemerintah Australia memastikan penyelidikan masih terus dilakukan guna menjamin keamanan publik dan mengungkap motif di balik kejadian tersebut.












