Penambahan Dua Wamen Dinilai Kontradiktif dengan Prinsip Efisiensi Pemerintahan Prabowo

- Admin

Jumat, 10 Oktober 2025 - 19:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Jakarta  – Langkah Presiden Prabowo Subianto menambah dua wakil menteri (Wamen) di Kabinet Merah Putih menuai sorotan. Pengamat Politik Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, menilai keputusan itu justru bertolak belakang dengan komitmen efisiensi yang digaungkan Presiden.

Menurut Ray, penunjukan Wamen baru di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tidak sejalan dengan semangat penghematan anggaran.

“Langkah-langkah presiden ini tampak bertentangan dengan tujuannya sendiri. Jika ingin mempermudah, menambah banyak orang justru membuat koordinasi semakin rumit,” ujar Ray dalam program Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Jumat (10/10/2025).

Sebelumnya, Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa penambahan Wamen di Kemendagri dilakukan untuk memperkuat pembinaan, pengawasan, dan koordinasi penyelenggaraan pemerintahan daerah di 514 kabupaten dan 38 provinsi.

Namun, Ray menilai alasan tersebut kurang relevan. Ia menyebut sejak dua dekade terakhir, jumlah daerah di Indonesia hanya bertambah empat provinsi di Papua.

“Kalau alasan penambahan karena wilayah Indonesia luas, faktanya memang sejak dulu begitu. Luas negeri ini dari Sabang sampai Merauke tidak pernah berubah,” ujarnya.

Lebih jauh, Ray menilai keberadaan banyak Wamen justru bisa memperlambat proses birokrasi dan koordinasi antarlembaga.

“Efektivitas bukan berarti menambah orang. Dengan teknologi, koordinasi bisa lebih cepat. Kalau nanti dibagi lagi ke Wamen wilayah barat dan timur, justru makin berbelit,” jelasnya.

Ray juga menilai langkah Presiden Prabowo menambah jabatan Wamen berpotensi bermuatan politik.

“Mungkin masih ada pihak yang belum mendapatkan posisi, jadi dibentuk struktur baru untuk menampung mereka,” pungkasnya.

Berita Terkait

Soroti Pernyataan Menko Pangan, Abdul Faisal Minta Pemerintah Hormati Kewenangan Daerah
Pidato Perdana Pemimpin Baru Iran, Mojtaba Khamenei Serukan Persatuan Iran dan Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup
Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Baru Iran, Trump: “Saya Tidak Senang”
Prabowo Akui Indonesia Hadapi Berbagai Kendala Karena Pejabat dan Birokrat
Mendagri Tito Minta Kepala Daerah Tunda Perjalanan Luar Negeri Selama Periode Lebaran
BGN Temukan Praktik “Ternak Yayasan” dalam Program Makan Bergizi Gratis
Prabowo Siap Tarik Indonesia dari Board of Peace Jika Tak Bantu Kemerdekaan Palestina
Minyak Tembus US$78, Pemerintah Antisipasi Dampak Perang AS–Israel dan Iran ke Ekonomi RI

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:57 WITA

Soroti Pernyataan Menko Pangan, Abdul Faisal Minta Pemerintah Hormati Kewenangan Daerah

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:48 WITA

Pidato Perdana Pemimpin Baru Iran, Mojtaba Khamenei Serukan Persatuan Iran dan Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup

Senin, 9 Maret 2026 - 20:49 WITA

Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Baru Iran, Trump: “Saya Tidak Senang”

Senin, 9 Maret 2026 - 19:03 WITA

Prabowo Akui Indonesia Hadapi Berbagai Kendala Karena Pejabat dan Birokrat

Senin, 9 Maret 2026 - 18:11 WITA

Mendagri Tito Minta Kepala Daerah Tunda Perjalanan Luar Negeri Selama Periode Lebaran

Senin, 9 Maret 2026 - 15:05 WITA

BGN Temukan Praktik “Ternak Yayasan” dalam Program Makan Bergizi Gratis

Kamis, 5 Maret 2026 - 18:13 WITA

Prabowo Siap Tarik Indonesia dari Board of Peace Jika Tak Bantu Kemerdekaan Palestina

Senin, 2 Maret 2026 - 15:07 WITA

Minyak Tembus US$78, Pemerintah Antisipasi Dampak Perang AS–Israel dan Iran ke Ekonomi RI

Berita Terbaru