Pesawat Air Canada Tabrak Truk Pemadam di Bandara LaGuardia, Dua Tewas dan Puluhan Terluka

- Admin

Selasa, 24 Maret 2026 - 19:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Jakarta – Sebuah pesawat milik Air Canada menabrak truk pemadam kebakaran saat mendarat di LaGuardia Airport, Amerika Serikat, pada Minggu (22/3/2026) malam waktu setempat. Insiden ini menewaskan dua orang dan melukai puluhan lainnya, sekaligus memicu penyelidikan besar terkait keselamatan penerbangan.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 23.40 waktu setempat ketika pesawat jenis CRJ-900 yang dioperasikan Jazz Aviation sebagai penerbangan AC8646 dari Montreal menghantam kendaraan pemadam yang berada di landasan. Berdasarkan data Flightradar24, benturan terjadi pada kecepatan sekitar 39 km/jam.

Dua korban tewas merupakan pilot dan kopilot setelah bagian kokpit dan depan pesawat mengalami kerusakan parah. Selain itu, 41 penumpang dan dua petugas pemadam kebakaran dilarikan ke rumah sakit. Dari jumlah tersebut, 32 orang telah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih menjalani perawatan akibat luka serius.

Pesawat tersebut mengangkut total 72 penumpang dan empat awak. Salah satu pramugari ditemukan selamat di luar pesawat dalam kondisi masih terikat di kursinya. Ia mengalami luka serius, namun tidak mengancam jiwa, setelah kursinya terlepas dan jatuh melalui lubang di lantai pesawat akibat benturan.

Sebelum insiden terjadi, truk pemadam milik otoritas pelabuhan dilaporkan sedang merespons laporan bau mencurigakan pada pesawat milik United Airlines. Rekaman komunikasi menunjukkan pengendali lalu lintas udara sempat memberikan izin kepada truk untuk melintasi landasan.

Namun, saat pesawat Air Canada mendekat untuk mendarat, pengendali berupaya menghentikan kendaraan tersebut. “Truck One, stop, stop, stop!” terdengar dalam rekaman beberapa detik sebelum tabrakan, tetapi peringatan itu terlambat.

Dugaan Penyebab Masih Diselidiki

Otoritas Amerika Serikat dan Kanada kini tengah menyelidiki penyebab kecelakaan, dengan fokus awal pada koordinasi lalu lintas udara dan darat. Penyeberangan landasan diketahui membutuhkan komunikasi ketat guna memastikan area steril sebelum izin diberikan.

Sekitar 20 menit setelah kejadian, salah satu pengendali lalu lintas udara mengakui adanya kesalahan saat menangani situasi darurat sebelumnya. Hal ini memperkuat dugaan adanya faktor human error dalam insiden tersebut.

Mantan Inspektur Jenderal Departemen Transportasi AS, Mary Schiavo, menilai bahwa pengelolaan lalu lintas di bandara menjadi aspek krusial dalam penyelidikan. Ia menyoroti bahwa sejumlah kecelakaan fatal justru kerap terjadi di darat.

Selain itu, Federal Aviation Administration (FAA) dilaporkan masih kekurangan sekitar 3.000 pengendali lalu lintas udara secara nasional. Meski demikian, Bandara LaGuardia disebut tidak mengalami kekurangan staf kronis. Penyelidik tetap akan menelusuri kemungkinan faktor kelelahan, terutama karena insiden terjadi pada shift malam.

Operasional Bandara Sempat Terganggu

Sebagai salah satu bandara tersibuk di Amerika Serikat, LaGuardia melayani lebih dari 16,7 juta penumpang sepanjang 2024. Bandara yang terletak di Queens, New York City, ini dikenal memiliki lalu lintas penerbangan padat dengan koordinasi tinggi antara pesawat dan kendaraan darat.

Pasca-insiden, operasional bandara sempat dihentikan sementara sebelum dibuka kembali secara terbatas sekitar pukul 13.30 waktu setempat. Penerbangan pertama yang kembali beroperasi dijadwalkan adalah rute Frontier menuju Atlanta pada pukul 14.00.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut kejadian ini sebagai peristiwa “mengerikan” dan menegaskan bahwa kesalahan telah terjadi dalam sistem yang berisiko tinggi tersebut. Sementara itu, Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyampaikan belasungkawa serta dukungan penuh terhadap proses investigasi.

Wali Kota New York, Zohran Mamdani, menyebut insiden ini sebagai “tabrakan tragis”. Gubernur New York, Kathy Hochul, juga menggambarkannya sebagai peristiwa yang “menyayat hati”.

Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan serta mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Berita Terkait

Sidang Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Masih Menunggu Putusan Praperadilan
Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja
Diskusi di UGM Ricuh, Nusron Wahid: Ruang Dialog Demokratis Tak Boleh Ditutup
BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini
Qodari: MBG Tidak Akan Dihentikan Meski Didesak Mahasiswa
Kejagung Tetapkan Asep Yusuf Somantri Tersangka Baru Korupsi Program MBG
BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Rp6 Juta per Hari
KPK Bongkar Dugaan Suap Smart Board di Muara Enim, Seret Bupati dan ASN BPK

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:47 WITA

Sidang Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Masih Menunggu Putusan Praperadilan

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:45 WITA

Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:41 WITA

Diskusi di UGM Ricuh, Nusron Wahid: Ruang Dialog Demokratis Tak Boleh Ditutup

Senin, 15 Juni 2026 - 12:47 WITA

BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:57 WITA

Qodari: MBG Tidak Akan Dihentikan Meski Didesak Mahasiswa

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:41 WITA

Kejagung Tetapkan Asep Yusuf Somantri Tersangka Baru Korupsi Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:38 WITA

BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Rp6 Juta per Hari

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:36 WITA

KPK Bongkar Dugaan Suap Smart Board di Muara Enim, Seret Bupati dan ASN BPK

Berita Terbaru