Mufasyahnews.com, Jakarta – Sebuah pesawat milik Air Canada menabrak truk pemadam kebakaran saat mendarat di LaGuardia Airport, Amerika Serikat, pada Minggu (22/3/2026) malam waktu setempat. Insiden ini menewaskan dua orang dan melukai puluhan lainnya, sekaligus memicu penyelidikan besar terkait keselamatan penerbangan.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 23.40 waktu setempat ketika pesawat jenis CRJ-900 yang dioperasikan Jazz Aviation sebagai penerbangan AC8646 dari Montreal menghantam kendaraan pemadam yang berada di landasan. Berdasarkan data Flightradar24, benturan terjadi pada kecepatan sekitar 39 km/jam.
Dua korban tewas merupakan pilot dan kopilot setelah bagian kokpit dan depan pesawat mengalami kerusakan parah. Selain itu, 41 penumpang dan dua petugas pemadam kebakaran dilarikan ke rumah sakit. Dari jumlah tersebut, 32 orang telah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih menjalani perawatan akibat luka serius.
Pesawat tersebut mengangkut total 72 penumpang dan empat awak. Salah satu pramugari ditemukan selamat di luar pesawat dalam kondisi masih terikat di kursinya. Ia mengalami luka serius, namun tidak mengancam jiwa, setelah kursinya terlepas dan jatuh melalui lubang di lantai pesawat akibat benturan.
Sebelum insiden terjadi, truk pemadam milik otoritas pelabuhan dilaporkan sedang merespons laporan bau mencurigakan pada pesawat milik United Airlines. Rekaman komunikasi menunjukkan pengendali lalu lintas udara sempat memberikan izin kepada truk untuk melintasi landasan.
Namun, saat pesawat Air Canada mendekat untuk mendarat, pengendali berupaya menghentikan kendaraan tersebut. “Truck One, stop, stop, stop!” terdengar dalam rekaman beberapa detik sebelum tabrakan, tetapi peringatan itu terlambat.
Dugaan Penyebab Masih Diselidiki
Otoritas Amerika Serikat dan Kanada kini tengah menyelidiki penyebab kecelakaan, dengan fokus awal pada koordinasi lalu lintas udara dan darat. Penyeberangan landasan diketahui membutuhkan komunikasi ketat guna memastikan area steril sebelum izin diberikan.
Sekitar 20 menit setelah kejadian, salah satu pengendali lalu lintas udara mengakui adanya kesalahan saat menangani situasi darurat sebelumnya. Hal ini memperkuat dugaan adanya faktor human error dalam insiden tersebut.
Mantan Inspektur Jenderal Departemen Transportasi AS, Mary Schiavo, menilai bahwa pengelolaan lalu lintas di bandara menjadi aspek krusial dalam penyelidikan. Ia menyoroti bahwa sejumlah kecelakaan fatal justru kerap terjadi di darat.
Selain itu, Federal Aviation Administration (FAA) dilaporkan masih kekurangan sekitar 3.000 pengendali lalu lintas udara secara nasional. Meski demikian, Bandara LaGuardia disebut tidak mengalami kekurangan staf kronis. Penyelidik tetap akan menelusuri kemungkinan faktor kelelahan, terutama karena insiden terjadi pada shift malam.
Operasional Bandara Sempat Terganggu
Sebagai salah satu bandara tersibuk di Amerika Serikat, LaGuardia melayani lebih dari 16,7 juta penumpang sepanjang 2024. Bandara yang terletak di Queens, New York City, ini dikenal memiliki lalu lintas penerbangan padat dengan koordinasi tinggi antara pesawat dan kendaraan darat.
Pasca-insiden, operasional bandara sempat dihentikan sementara sebelum dibuka kembali secara terbatas sekitar pukul 13.30 waktu setempat. Penerbangan pertama yang kembali beroperasi dijadwalkan adalah rute Frontier menuju Atlanta pada pukul 14.00.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut kejadian ini sebagai peristiwa “mengerikan” dan menegaskan bahwa kesalahan telah terjadi dalam sistem yang berisiko tinggi tersebut. Sementara itu, Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyampaikan belasungkawa serta dukungan penuh terhadap proses investigasi.
Wali Kota New York, Zohran Mamdani, menyebut insiden ini sebagai “tabrakan tragis”. Gubernur New York, Kathy Hochul, juga menggambarkannya sebagai peristiwa yang “menyayat hati”.
Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan serta mencegah kejadian serupa di masa mendatang.












