Mufasyahnews.com, Makassar – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan paket stimulus ekonomi senilai Rp24,44 triliun untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini diumumkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers usai rapat terbatas bersama Presiden di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/6/2025).
Paket stimulus ini mencakup lima bentuk bantuan yang ditujukan bagi masyarakat dan sektor usaha, yaitu:
- Diskon Transportasi
Pemerintah memberikan subsidi untuk tarif transportasi umum, termasuk diskon harga tiket pesawat domestik kelas ekonomi melalui insentif PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 6 persen. Kebijakan ini diperkirakan mampu menurunkan harga tiket hingga 13,2–14 persen. - Diskon Tarif Tol
Diskon tarif tol sebesar 20 persen diberikan untuk perjalanan jauh pada periode mudik Lebaran dan berlaku di sejumlah ruas tol utama. - Bantuan Subsidi Upah (JKP)
Untuk pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), pemerintah menyalurkan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), berupa manfaat tunai sebesar 60 persen dari upah selama 6 bulan, pelatihan kerja senilai Rp2,4 juta, serta akses ke program Prakerja dan informasi lowongan kerja. - Penebalan Bantuan Sosial
Pemerintah menyalurkan bantuan beras 10 kg selama dua bulan (Januari–Februari 2025) untuk 16 juta penerima manfaat, sebagai bentuk penebalan program perlindungan sosial. - Diskon Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
Diskon 50 persen iuran JKK diberikan kepada sektor industri padat karya selama enam bulan. Bantuan ini menyasar sekitar 3,76 juta pekerja.
Sri Mulyani menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap mendekati 5 persen pada kuartal II 2025, mengingat pertumbuhan pada kuartal I hanya mencapai 4,87 persen—angka terendah dalam tiga tahun terakhir akibat menurunnya konsumsi rumah tangga.












