Profil Muhammad Qodari, Akademisi hingga Jadi Wakil Kepala Staf Kepresidenan

- Admin

Rabu, 17 September 2025 - 13:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Jakarta – Muhammad Qodari meniti karier dari jalur akademis. Tahun 1997, ia lulus sebagai Sarjana Psikologi Sosial dari Universitas Indonesia (UI). Beberapa tahun kemudian, ia melanjutkan pendidikan ke University of Essex, Inggris, mengambil studi Political Behavior pada jenjang magister yang diselesaikan sekitar 2002.

Tidak berhenti di situ, Qodari meraih gelar doktor Ilmu Politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2016. Disertasinya berjudul “Split-Ticket Voting dan Faktor-Faktor yang Menjelaskannya pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden Indonesia Tahun 2014” dan dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan.

Di dunia profesional, Qodari mengawali kiprahnya sebagai peneliti di Institut Studi Arus Informasi (ISAI) sejak Mei 1999 hingga September 2001. Setelah itu, ia bergabung dengan Center for Strategic and International Studies (CSIS) sampai Juli 2003. Pada periode yang sama, Qodari juga dipercaya menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Kandidat dan Campaign and Election Magazine pada 2003–2004.

Kariernya berlanjut di Lembaga Survei Indonesia (LSI), di mana ia menjabat sebagai Direktur Riset pada 2003–2005, kemudian menjadi Wakil Direktur Eksekutif hingga Oktober 2006. Setelah itu, Qodari mendirikan Indo Barometer pada November 2006 dan sampai kini masih menjabat sebagai Direktur Eksekutif.

Nama Qodari semakin dikenal publik ketika aktif dalam relawan Jokowi-Prabowo (Jokpro) sekaligus menyuarakan dukungan terhadap pemerintahan Jokowi. Ia juga pernah mengemukakan gagasan perpanjangan masa jabatan presiden, wacana yang menuai perdebatan luas sekaligus menempatkan dirinya sebagai figur yang diperhitungkan dalam diskursus politik nasional.

Usai Prabowo Subianto dilantik sebagai Presiden, Qodari mendapatkan amanah baru sebagai Wakil Kepala Staf Kepresidenan, mendampingi AM Putranto.

Berita Terkait

Soroti Pernyataan Menko Pangan, Abdul Faisal Minta Pemerintah Hormati Kewenangan Daerah
Pidato Perdana Pemimpin Baru Iran, Mojtaba Khamenei Serukan Persatuan Iran dan Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup
Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Baru Iran, Trump: “Saya Tidak Senang”
Prabowo Akui Indonesia Hadapi Berbagai Kendala Karena Pejabat dan Birokrat
Mendagri Tito Minta Kepala Daerah Tunda Perjalanan Luar Negeri Selama Periode Lebaran
BGN Temukan Praktik “Ternak Yayasan” dalam Program Makan Bergizi Gratis
Prabowo Siap Tarik Indonesia dari Board of Peace Jika Tak Bantu Kemerdekaan Palestina
Minyak Tembus US$78, Pemerintah Antisipasi Dampak Perang AS–Israel dan Iran ke Ekonomi RI

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:57 WITA

Soroti Pernyataan Menko Pangan, Abdul Faisal Minta Pemerintah Hormati Kewenangan Daerah

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:48 WITA

Pidato Perdana Pemimpin Baru Iran, Mojtaba Khamenei Serukan Persatuan Iran dan Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup

Senin, 9 Maret 2026 - 20:49 WITA

Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Baru Iran, Trump: “Saya Tidak Senang”

Senin, 9 Maret 2026 - 19:03 WITA

Prabowo Akui Indonesia Hadapi Berbagai Kendala Karena Pejabat dan Birokrat

Senin, 9 Maret 2026 - 18:11 WITA

Mendagri Tito Minta Kepala Daerah Tunda Perjalanan Luar Negeri Selama Periode Lebaran

Senin, 9 Maret 2026 - 15:05 WITA

BGN Temukan Praktik “Ternak Yayasan” dalam Program Makan Bergizi Gratis

Kamis, 5 Maret 2026 - 18:13 WITA

Prabowo Siap Tarik Indonesia dari Board of Peace Jika Tak Bantu Kemerdekaan Palestina

Senin, 2 Maret 2026 - 15:07 WITA

Minyak Tembus US$78, Pemerintah Antisipasi Dampak Perang AS–Israel dan Iran ke Ekonomi RI

Berita Terbaru