Ramadan Ditahun Efesiensi, Saatnya Kembali ke Esensi

- Admin

Senin, 3 Maret 2025 - 14:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Muhammad Idris
Dosen Ilmu Komunikasi FSIKP UMI
Pemerhati Masalah Sosial dan Kebijakan Publik

Mufasyahnews.com, Makassar – Alhamdulilah, ramadan yang dinanti jutaan umat Islam, telah tiba. Namun sayangnya, meskipun puasa yang esensinya pengendalian diri, pada kenyataannya kita cenderung lebih konsumtif selama bulan puasa.

Sifat konsumtif merujuk pada kecenderungan seseorang untuk membeli dan mengonsumsi barang dan jasa dalam jumlah yang berlebihan atau di luar kemampuannya. Padahal sifat konsumtif dapat berdampak negatif pada kehidupan seseorang, baik dalam hal kesehatan finansial, kesehatan mental, maupun lingkungan.

Pengeluaran yang berlebihan dapat menyebabkan masalah finansial, stres, dan kecemasan. Sedangkan konsumsi berlebihan menyebabkan masalah kesehatan dan limbah yang berlebihan pada lingkungan

Kebiasaan konsumtif ini sudah bertahun-tahun lamanya dilakoni. Perubahan gaya hidup sebagian umat Islam ini ditandai maraknya penampakan iklan di televisi dan media sosial yang menawarkan beragam paket menu makanan berbuka, hingga perabot rumah tangga.

Belum lagi diskon besar-besaran baju baru dan kebutuhan fashion diberbagai mall atau pusat perbelanjaan. Inilah yang tanpa sadar kita telah lama masuk dalam pusaran konsumerisme.

Tentunya hal ini bertentangan dengan nilai utama ramadan, yakni menahan diri. Kita jadi lupa bahwa puasa sejatinya adalah latihan spiritual. Bagaimana kita melawan dan mengendalikan hawa nafsu. Bukan justru melampiaskannya dengan berbagai kemewahan saat waktu berbuka tiba.

Namun tahun ini, kondisi berkata lain. Penyebabnya karena negara sedang defisit. Hal ni diperparah harga sejumlah kebutuhan pokok merangkak naik, seperti beras, minyak goreng, telur, daging dan kebutuhan pokok lainnya juga melonjak jelang ramadan.

Disisi lain, angka pengangguran dan PHK massal terus terjadi membuat angka kemiskinan meningkat. Belum lagi bencana alam, banjir dan kebakaran terjadi dibanyak daerah.

Disisi lain, angka pengangguran dan PHK massal terus terjadi membuat angka kemiskinan meningkat. Hal ini membuat daya beli masyarakat menurun. Kondisi negara yang sedang menerapkan program efesiensi anggaran, membuat kita semua dihadapkan pada tantangan bagaimana merayakan ramadan dengan cara lebih sederhana dan penuh makna.

Ini harusnya jadi momentum untuk kembali keesensi ramadan; berpuasa, beribadah dan berbagi. Meski efesiensi anggaran bukan sekedar kebijakan pemerintah, tetapi kita harus mampu menjadikannya filosofi hidup.

Kondisi keterbatasan dan penuh keprihatinan ini harusnya bisa mengembalikan kita pada pola hidup sederhana, sebagaimana dicontohkan para orang tua dan kakek nenek kita dahulu.

Masih segar diingatan penulis, kalau dulu orang tua kita cukup berbuka dengan kurma dan seteguk air putih. Setelah Magrib diteruskan dengan makanan sederhana seadanya. Tidak terlihat pesta besar di atas meja makan, namun dipenuhi rasa syukur yang berlimpah.

Ramadan lebih bermakna meski ramadan kali ini berbeda dan serba terbatas. Namun justru ditengah keterbatasan, kita diajak kembali keesensi bulan suci. Seberapa tulus kita beribadah dan seberapa besar bentuk peduli kita pada sesame. Inilah esensi pesan dibalik efesiensi negara.

Bulan ramadan bukanlah soal seberapa banyak makanan yang dihidangkan diatas meja atau berapa banyak baju baru yang dibeli. Ramadan soal rasa syukur, berbagi dan soal bagaimana kita mampu mendekatkan diri dengan Sang Pencipta.

Ramadan juga bukan soal kemewahan tapi soal sikap sederhana. Bukan pula soal konsumerisme tapi tentang spiritualitas. Ramadan juga bukan bicara tentang diri sendiri, tapi seperti apa kita bisa bermanfaat bagi orang sekitar.

Dibulan suci ini waktu tepat untuk merefleksi diri dan meningkatkan kualitas spiritual. Mungkin dihari biasa, kita lupa meluangkan waktu untuk instrospeksi diri karena alasan kesibukan. Bulan ramadan memberi ruang bagi kita untuk kembali mengevaluasi diri, memperbaiki kesalahan dan meningkatkan kembali kualitas ibadah. Merayakan ramadan ditengah keprihatinan memang bukanlah hal mudah.

Namun dengan kreativitas, empati dan refleksi diri, kita semua bisa menjadikan ramadan tahun ini sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah dan mempererat tali silaturahmi. Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga ramadan tahun ini membawa berkah dan kedamaian.

Secara pribadi, penulis juga berharap semua pemimpin dan pejabat di negari ini juga memberi contoh dan keteladanan soal efesiensi bagi kita semua. Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin

Berita Terkait

Video Dugaan Pungli Jabatan Kepala Sekolah Beredar, Wali Kota Makassar Perintahkan Inspektorat Selidiki Dugaan Pungli Pengisian Jabatan Kepala Sekolah
Semarak Piala Dunia 2026, Kepala TVRI Sulsel Hadiri Nobar Guna Perkuat Silaturahmi Antarinstansi
Wakil Ketua II DPRD Makassar Anwar Faruq Hadiri Car Free Day “Polri untuk Masyarakat” Peringati HUT Bhayangkara ke-80
Wali Kota Makassar Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat Hari Bhayangkara ke-80, Ajak Perkuat Sinergi dengan Polri
Sekretaris DPRD Makassar Andi Rahmat Mappatoba dan Staf Turut Dukung Kerja Bakti Penjaringan Lomba Kelurahan Berprestasi 2026 Bersama Wakil Wali Kota
Dengarkan Keluhan Warga, Komisi C DPRD Makassar Gelar RDP Bahas Persoalan Lingkungan
Terpilih Aklamasi, Ketua DPRD Supratman Pimpin PBVSI Makassar 2026–2030
“Wali Kota, Ketua DPRD, dan Forkopimda Sambut Delegasi 28 Negara pada Indonesia Gastrodiplomacy Series”

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:45 WITA

Video Dugaan Pungli Jabatan Kepala Sekolah Beredar, Wali Kota Makassar Perintahkan Inspektorat Selidiki Dugaan Pungli Pengisian Jabatan Kepala Sekolah

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:42 WITA

Semarak Piala Dunia 2026, Kepala TVRI Sulsel Hadiri Nobar Guna Perkuat Silaturahmi Antarinstansi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:27 WITA

Wakil Ketua II DPRD Makassar Anwar Faruq Hadiri Car Free Day “Polri untuk Masyarakat” Peringati HUT Bhayangkara ke-80

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:06 WITA

Wali Kota Makassar Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat Hari Bhayangkara ke-80, Ajak Perkuat Sinergi dengan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:24 WITA

Sekretaris DPRD Makassar Andi Rahmat Mappatoba dan Staf Turut Dukung Kerja Bakti Penjaringan Lomba Kelurahan Berprestasi 2026 Bersama Wakil Wali Kota

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:21 WITA

Dengarkan Keluhan Warga, Komisi C DPRD Makassar Gelar RDP Bahas Persoalan Lingkungan

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:17 WITA

Terpilih Aklamasi, Ketua DPRD Supratman Pimpin PBVSI Makassar 2026–2030

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:14 WITA

“Wali Kota, Ketua DPRD, dan Forkopimda Sambut Delegasi 28 Negara pada Indonesia Gastrodiplomacy Series”

Berita Terbaru