Mufasyahnews.com, Makassar – Sebanyak 392 jamaah haji dan petugas yang tergabung dalam Kloter 3 Debarkasi Makassar tiba di Tanah Air melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Rabu (3/6/2026). Mayoritas penumpang dalam kelompok terbang ini berasal dari Kabupaten Bone.
Kloter 3 terdiri atas 122 laki-laki dan 270 perempuan. Dari total tersebut, jamaah asal Kabupaten Bone menjadi kelompok terbesar dengan jumlah 386 orang, terdiri dari 120 laki-laki dan 266 perempuan. Sementara enam orang lainnya merupakan petugas kloter yang bertugas mendampingi jamaah selama perjalanan ibadah haji.
Petugas yang menyertai kloter ini meliputi ketua kloter, pembimbing ibadah, Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), perawat, serta Petugas Haji Daerah (PHD).
Meski seluruh jamaah dan petugas telah tiba dengan selamat, jumlah penumpang Kloter 3 tidak sesuai dengan data keberangkatan awal. Seharusnya, kloter ini membawa 393 orang saat kembali ke Indonesia.
Satu kursi dilaporkan kosong karena seorang jamaah asal Bone bernama Caming Sade meninggal dunia di Arab Saudi pada 28 Mei 2026 saat menunaikan ibadah haji.
Di sisi lain, Kloter 3 menerima tambahan satu jamaah mutasi masuk atas nama Muh Alfly Usman Tanjeng. Jamaah tersebut bergabung melalui proses tanazul atau perpindahan dari kloter lain sehingga tetap tercatat dalam rombongan yang tiba di Makassar.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Makassar, Ikbal Ismail, mengatakan hingga sore hari pihaknya telah menerima tiga kloter jamaah haji yang kembali dari Tanah Suci.
“Alhamdulillah pada sore hari ini sudah tiga kloter kami terima,” kata Ikbal di Asrama Haji Sudiang Makassar.
Menurutnya, Kloter 3 yang baru tiba seluruhnya merupakan jamaah dan petugas dari Kabupaten Bone dengan total 392 orang.
“Baru saja Kloter 3 dari Kabupaten Bone tiba,” ujarnya.
Ikbal menjelaskan, dengan kedatangan Kloter 3, jumlah jamaah dan petugas yang telah diterima Debarkasi Makassar mencapai 1.174 orang.
“Jumlah jamaah yang telah kami terima sebanyak 1.174 orang. Penambahan ini berasal dari Kloter 3 yang berjumlah 392 jamaah dan petugas,” jelasnya.
Selain itu, PPIH Debarkasi Makassar juga mencatat masih ada satu jamaah yang belum dapat dipulangkan karena sedang menjalani perawatan di Arab Saudi.
“Ada satu jamaah yang sakit dan sementara dirawat di wilayah Makkah,” kata Ikbal.
Ia menambahkan, jamaah tersebut akan dipulangkan ke Indonesia setelah kondisi kesehatannya membaik dan dinyatakan layak terbang.
“Kalau sudah pulih dan memenuhi syarat untuk terbang, yang bersangkutan akan diberangkatkan bersama kloter berikutnya,” tutupnya.












