Trump Ancam Tingkatkan Tarif 50% untuk China, Perdagangan Global Kembali Memanas

- Admin

Selasa, 8 April 2025 - 10:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Makassar – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menaikkan tarif impor terhadap barang-barang asal China hingga 50% jika pemerintah Beijing tidak membatalkan kenaikan tarif 34% yang baru-baru ini diterapkan pada produk AS. Kenaikan tarif China tersebut merupakan langkah balasan atas kebijakan tarif AS sebelumnya. ​

Trump menyampaikan ancamannya melalui unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, dan dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Ia menuduh pemerintah sebelumnya telah menguntungkan China dan mengkritik praktik perdagangan tidak adil seperti subsidi ilegal, manipulasi mata uang, dan hambatan non-moneter. Trump menegaskan bahwa jika China tidak membalikkan kenaikan tarifnya sebelum 8 April, AS akan mulai menerapkan tarif tambahan 50% mulai 9 April. ​

Menanggapi ancaman tersebut, Kementerian Perdagangan China menyatakan akan “berjuang sampai akhir”. Pihak berwenang China mengecam langkah AS sebagai bentuk “perundungan sepihak” dan berjanji akan mengambil tindakan balasan untuk melindungi kedaulatan serta kepentingan ekonomi mereka. ​

Ketegangan perdagangan ini menambah kekhawatiran akan dampaknya terhadap ekonomi global, terutama terkait potensi kenaikan harga barang dan gangguan pada rantai pasokan internasional. Langkah Trump juga memicu reaksi negatif di pasar keuangan, dengan indeks saham utama mengalami penurunan setelah pengumuman tersebut. ​

Perkembangan ini kemungkinan akan menjadi isu utama dalam kampanye politik menjelang pemilu AS 2024, dengan para pemilih dan pelaku bisnis memantau dampak kebijakan perdagangan terhadap perekonomian domestik dan hubungan internasional.

Berita Terkait

Sidang Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Masih Menunggu Putusan Praperadilan
Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja
Diskusi di UGM Ricuh, Nusron Wahid: Ruang Dialog Demokratis Tak Boleh Ditutup
BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini
Qodari: MBG Tidak Akan Dihentikan Meski Didesak Mahasiswa
Kejagung Tetapkan Asep Yusuf Somantri Tersangka Baru Korupsi Program MBG
BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Rp6 Juta per Hari
KPK Bongkar Dugaan Suap Smart Board di Muara Enim, Seret Bupati dan ASN BPK

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:47 WITA

Sidang Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Masih Menunggu Putusan Praperadilan

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:45 WITA

Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:41 WITA

Diskusi di UGM Ricuh, Nusron Wahid: Ruang Dialog Demokratis Tak Boleh Ditutup

Senin, 15 Juni 2026 - 12:47 WITA

BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:57 WITA

Qodari: MBG Tidak Akan Dihentikan Meski Didesak Mahasiswa

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:41 WITA

Kejagung Tetapkan Asep Yusuf Somantri Tersangka Baru Korupsi Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:38 WITA

BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Rp6 Juta per Hari

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:36 WITA

KPK Bongkar Dugaan Suap Smart Board di Muara Enim, Seret Bupati dan ASN BPK

Berita Terbaru