Mufasyahnews.com, Makassar – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menaikkan tarif impor terhadap barang-barang asal China hingga 50% jika pemerintah Beijing tidak membatalkan kenaikan tarif 34% yang baru-baru ini diterapkan pada produk AS. Kenaikan tarif China tersebut merupakan langkah balasan atas kebijakan tarif AS sebelumnya.
Trump menyampaikan ancamannya melalui unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, dan dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Ia menuduh pemerintah sebelumnya telah menguntungkan China dan mengkritik praktik perdagangan tidak adil seperti subsidi ilegal, manipulasi mata uang, dan hambatan non-moneter. Trump menegaskan bahwa jika China tidak membalikkan kenaikan tarifnya sebelum 8 April, AS akan mulai menerapkan tarif tambahan 50% mulai 9 April.
Menanggapi ancaman tersebut, Kementerian Perdagangan China menyatakan akan “berjuang sampai akhir”. Pihak berwenang China mengecam langkah AS sebagai bentuk “perundungan sepihak” dan berjanji akan mengambil tindakan balasan untuk melindungi kedaulatan serta kepentingan ekonomi mereka.
Ketegangan perdagangan ini menambah kekhawatiran akan dampaknya terhadap ekonomi global, terutama terkait potensi kenaikan harga barang dan gangguan pada rantai pasokan internasional. Langkah Trump juga memicu reaksi negatif di pasar keuangan, dengan indeks saham utama mengalami penurunan setelah pengumuman tersebut.
Perkembangan ini kemungkinan akan menjadi isu utama dalam kampanye politik menjelang pemilu AS 2024, dengan para pemilih dan pelaku bisnis memantau dampak kebijakan perdagangan terhadap perekonomian domestik dan hubungan internasional.












