Trump Kenakan Tarif 32%, Indonesia Hadapi Ancaman PHK Massal

- Admin

Selasa, 8 Juli 2025 - 16:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Jakarta –  Pemerintah Indonesia menghadapi tantangan berat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi menetapkan tarif sebesar 32% untuk produk asal Indonesia. Tarif ini akan mulai berlaku pada 1 Agustus 2025 dan telah disampaikan langsung melalui surat kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Menanggapi hal ini, Bhima Yudhistira selaku Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menyebut bahwa negosiasi yang dilakukan pemerintah sejauh ini belum menunjukkan hasil yang berarti. Padahal, Indonesia telah membuka peluang kerja sama dengan AS, termasuk pembelian minyak, Liquefied Petroleum Gas (LPG), dan Liquefied Natural Gas (LNG).

“Trump baru saja umumkan tarif 32% untuk Indonesia, ini menandakan negosiasi tidak mengalami kemajuan,” ujar Bhima dalam keterangannya, Selasa (8/7/2025).

Bhima memperkirakan bahwa kebijakan ini dapat menggerus nilai ekspor Indonesia hingga Rp 105,9 triliun dan menurunkan output ekonomi nasional sebesar Rp 164 triliun. Industri padat karya, seperti alas kaki dan pakaian jadi, menjadi sektor yang paling rentan terdampak karena ketergantungannya pada pasar Amerika Serikat.

Ia juga menyoroti dampak langsung terhadap masyarakat, khususnya menurunnya pendapatan tenaga kerja yang diperkirakan mencapai Rp 52 triliun. Selain itu, kebijakan tarif ini juga berpotensi mengurangi serapan tenaga kerja hingga 1,2 juta orang.

Melihat situasi tersebut, Bhima mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah nyata. Ia menyarankan agar Indonesia memperluas pasar ekspor ke kawasan lain seperti Intra ASEAN, negara-negara BRICS, Timur Tengah, Amerika Latin, dan Asia Selatan.

Hal senada disampaikan oleh Yose Rizal Damuri, Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS). Ia menilai tarif ini akan memberikan tekanan besar pada sektor industri padat karya, seperti tekstil dan garmen, yang melibatkan sekitar satu juta tenaga kerja. Menurutnya, penurunan ekspor ke AS sangat mungkin memicu pemutusan hubungan kerja di sektor-sektor tersebut.

Berita Terkait

Rayakan 14 Tahun Berkarya, Browcyl Perluas Jaringan Lewat Pembukaan Outlet Baru di Pallangga
5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Sidang Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Masih Menunggu Putusan Praperadilan
Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja
Diskusi di UGM Ricuh, Nusron Wahid: Ruang Dialog Demokratis Tak Boleh Ditutup
BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini
Qodari: MBG Tidak Akan Dihentikan Meski Didesak Mahasiswa
Kejagung Tetapkan Asep Yusuf Somantri Tersangka Baru Korupsi Program MBG

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:14 WITA

Rayakan 14 Tahun Berkarya, Browcyl Perluas Jaringan Lewat Pembukaan Outlet Baru di Pallangga

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:47 WITA

Sidang Roy Suryo Terkait Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Masih Menunggu Putusan Praperadilan

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:45 WITA

Kemenkes Siapkan Aturan Kemasan Seragam Rokok untuk Tekan Perokok Anak dan Remaja

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:41 WITA

Diskusi di UGM Ricuh, Nusron Wahid: Ruang Dialog Demokratis Tak Boleh Ditutup

Senin, 15 Juni 2026 - 12:47 WITA

BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di DPR dan Monas Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:57 WITA

Qodari: MBG Tidak Akan Dihentikan Meski Didesak Mahasiswa

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:41 WITA

Kejagung Tetapkan Asep Yusuf Somantri Tersangka Baru Korupsi Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:38 WITA

BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Rp6 Juta per Hari

Berita Terbaru