Mufasyahnews.com, Los Angeles – Aksi protes menentang operasi razia imigrasi oleh ICE di Los Angeles berujung bentrokan sejak Sabtu, 7 Juni 2025. Menanggapi situasi yang memburuk, Presiden Donald Trump mengerahkan 2.000 personel Garda Nasional untuk mengamankan wilayah.
Demonstrasi yang bermula damai berubah ricuh setelah aparat menembakkan gas air mata dan peluru karet. Massa membalas dengan melempar batu, membakar kendaraan, dan memblokade jalan. Setidaknya 118 imigran ditangkap dalam razia akhir pekan.
Trump menyebut pengerahan pasukan sebagai respons terhadap “keadaan tanpa hukum.” Namun, Gubernur California Gavin Newsom mengecam langkah tersebut sebagai ilegal karena dilakukan tanpa persetujuan negara bagian. Walikota Los Angeles Karen Bass menyebutnya “eskalasi yang tidak perlu.”
Menteri Pertahanan Pete Hegseth bahkan mengancam akan mengerahkan Marinir jika situasi tak terkendali, memicu kekhawatiran pelanggaran hukum federal. Organisasi ACLU dan sejumlah anggota Kongres menyatakan akan menggugat tindakan ini karena dianggap inkonstitusional.
Aksi protes diperkirakan berlanjut selama operasi ICE berlangsung dalam 30 hari ke depan. Pemerintah kota mengimbau warga untuk menjauhi area konflik dan tetap tenang.












