Mufasyahnews.com, Makassar – Manajemen PSM Makassar menghadapi dilema dalam menentukan masa depan pelatih kepala Tomas Trucha menjelang akhir kompetisi Super League 2025/2026. Hingga kini, kompetisi tinggal menyisakan sembilan pertandingan, sementara posisi tim masih belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi.
Situasi ini membuat manajemen harus berhitung matang sebelum mengambil keputusan terkait nasib pelatih asal Republik Ceko tersebut. Jika memutuskan untuk memberhentikan Trucha, PSM Makassar harus menyiapkan pembayaran pesangon sesuai kontrak yang berlaku.
Selain itu, klub juga perlu mencari pelatih baru yang memiliki lisensi kepelatihan minimal AFC Pro, UEFA Pro, atau setara. Proses mencari pelatih dengan kualifikasi tersebut dinilai tidak mudah, terlebih kompetisi sudah memasuki fase akhir musim.
Kondisi ini juga berpotensi memengaruhi performa tim. Apabila pelatih baru didatangkan, para pemain harus beradaptasi dengan filosofi, karakter, serta gaya bermain yang berbeda. Waktu adaptasi yang terbatas dikhawatirkan justru berdampak pada penurunan performa tim.
Padahal, PSM Makassar sangat membutuhkan kemenangan di sisa pertandingan untuk menjauh dari zona degradasi. Saat ini, tim berjuluk Juku Eja berada di peringkat ke-13 klasemen dengan koleksi 24 poin.
Posisi tersebut hanya terpaut empat poin dari Semen Padang yang berada di peringkat ke-16 atau batas atas zona degradasi.
Pertimbangan inilah yang membuat manajemen PSM harus berhati-hati sebelum menentukan status Tomas Trucha.
Trucha sendiri sudah tidak terlihat mendampingi tim sejak laga pekan ke-25 saat PSM Makassar bermain imbang 3-3 melawan Malut United di Stadion Kie Raha, Kota Ternate, Maluku Utara, Sabtu (7/3/2026).
Setelah pertandingan tersebut, skuad PSM Makassar tetap melanjutkan sesi latihan di Stadion Kalegowa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Namun dalam latihan itu, Tomas Trucha tidak tampak berada di lapangan.
Sesi latihan sementara dipimpin oleh asisten pelatih Ahmad Amiruddin yang didampingi Zulkifli Syukur.












