Mufasyahnews.com, Makassar – Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan dipastikan belum akan digelar pada April 2026. Pelaksana tugas (Plt) Ketua Golkar Sulsel, Muhidin M Said, menyatakan masih ingin menuntaskan agenda konsolidasi internal sebelum pelaksanaan musda.
Muhidin menjelaskan, salah satu tugas yang belum rampung adalah konsolidasi dengan pengurus dan kader di wilayah Zona II Sulsel, yang meliputi Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Wajo, Soppeng, Bone, Bulukumba, dan Sinjai. Ia menegaskan secara kesiapan teknis, partai sebenarnya telah siap menggelar musda.
“Belum (digelar April ini). Pokoknya kita sudah siap, tidak ada masalah,” ujar Muhidin, Selasa (28/4/2026).
Kepastian jadwal Musda Golkar Sulsel sendiri hingga kini masih belum ditentukan. Sejak ditunjuk sebagai Plt Ketua pada akhir tahun lalu, Muhidin beberapa kali menyampaikan rencana waktu pelaksanaan, mulai dari pekan ketiga Januari, kemudian akhir Maret, hingga terakhir 18 April 2026. Namun, seluruh rencana tersebut belum terealisasi.
Ia menyebut, agenda konsolidasi di daerah pemilihan Sulsel II, khususnya pertemuan di Soppeng, menjadi prioritas yang harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum musda dilaksanakan.
“Saya mau rampungkan dulu pertemuan Dapil Sulsel II di Soppeng. Setelah itu baru kita lanjutkan Musda,” jelasnya.
Muhidin juga mengungkapkan, dari seluruh Musda DPD I Partai Golkar di tingkat provinsi di Indonesia, kini hanya Sulawesi Selatan yang belum dilaksanakan. Pekan sebelumnya, musda di Maluku Utara telah rampung, sehingga Sulsel menjadi penutup rangkaian tersebut.
“Sisa Sulsel. Minggu lalu Maluku Utara sudah selesai. Musda Golkar provinsi ditutup di Sulsel,” katanya.
Saat ditanya mengenai kendala utama penundaan, Muhidin tidak merinci secara spesifik. Ia hanya menyebut belum adanya jadwal yang sesuai dari Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia, yang direncanakan hadir dalam Musda DPD I.
Di sisi lain, ia menilai dinamika menjelang musda merupakan hal wajar dan mencerminkan tingginya perhatian kader terhadap partai. Menurutnya, yang terpenting adalah menyatukan pandangan seluruh kader agar menghasilkan keputusan terbaik bagi Golkar Sulsel.
“Setelah semua proses konsolidasi selesai, baru kita cari yang terbaik untuk Sulsel,” tutupnya.












