Harga Oli dan Suku Cadang Motor di Makassar Merangkak Naik Sejak Mei 2026

- Admin

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Makassar – Harga oli mesin dan suku cadang kendaraan bermotor mengalami kenaikan di sejumlah daerah di Indonesia. Kenaikan tersebut diduga dipengaruhi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang berdampak pada biaya impor.

Pantauan di salah satu bengkel resmi Yamaha di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menunjukkan harga oli mesin untuk Yamaha N-Max mengalami kenaikan dari Rp75 ribu menjadi Rp86 ribu. Kenaikan juga terjadi pada oli gardan yang sebelumnya dijual Rp20 ribu, kini menjadi Rp22 ribu.

Tidak hanya di bengkel resmi, kenaikan harga juga dirasakan pada sejumlah spare part dan oli di bengkel UMKM.

“Naiknya baru-baru ini, sejak bulan Mei,” ujar salah satu petugas bengkel kepada fajar.co.id, Rabu (20/5/2026).

Kondisi serupa dialami Zulkifli Syukur, mekanik alat elektronik di Makassar. Ia mengaku harga injector motor Honda Scoopy ESP FI 2016 yang sempat dicek pada April 2026 mengalami kenaikan pada Mei.

“Bulan lalu sempat mau beli injector motor Scoopy ESP FI 2016. Harganya bulan April Rp258 ribu di bengkel resmi Honda Toddopuli,” kata Zul.

Namun saat hendak membeli pada Mei 2026, harga suku cadang tersebut naik menjadi Rp262 ribu.

“Mei naik sekitar Rp4 ribu,” tambahnya.

Pengamat ekonomi, valuta asing, dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dapat berdampak luas terhadap kenaikan harga barang di pasar, terutama produk yang bergantung pada impor.

Pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026, nilai tukar rupiah ditutup melemah 35 poin ke level Rp17.703 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat turun hingga 70 poin dari posisi penutupan sebelumnya di Rp17.680 per dolar AS.

“Kondisi pelemahan rupiah ini otomatis meningkatkan biaya impor karena mayoritas transaksi dilakukan menggunakan dolar AS,” ujar Ibrahim.

Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan fenomena imported inflation atau inflasi impor, yakni tekanan inflasi yang terjadi akibat pelemahan kurs rupiah dan tingginya ketergantungan terhadap barang impor.

Ia menjelaskan, kenaikan biaya impor tidak hanya memengaruhi bahan baku, tetapi juga produk olahan yang digunakan masyarakat sehari-hari. Selain itu, biaya produksi turut terdorong oleh kenaikan ongkos energi, distribusi, kemasan, dan logistik.

“Tekanan kurs terhadap harga pangan olahan biasanya lebih cepat terasa dibandingkan komoditas mentah,” pungkas Ibrahim

Berita Terkait

Reses DPRD Makassar, William Dorong Perbaikan Pipa Air Bersih di Wilayah Utara
Warga Tamalanrea Tolak Pemindahan Proyek PSEL, Khawatir Dampak Lingkungan
Mahasiswi Unhas Angkatan 2024 Ditemukan Tewas di Kawasan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
Dua Jaksa Palsu di Makassar Jalani Sidang Perdana, Didakwa Halangi Kasus Penyidikan Korupsi
BPBD Makassar Siapkan 1.000 Tandon Air Hadapi Ancaman Kekeringan El Nino 2026
Bursa Ketua Golkar Sulsel Mengerucut, Dua Nama Kantongi Restu DPP
Konsolidasi Internal Belum Rampung, Musda Golkar Sulsel Kembali Tertunda
Jelang May Day, Polrestabes Makassar Libatkan 1.200 Personel Gabungan

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:16 WITA

Reses DPRD Makassar, William Dorong Perbaikan Pipa Air Bersih di Wilayah Utara

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:06 WITA

Harga Oli dan Suku Cadang Motor di Makassar Merangkak Naik Sejak Mei 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:16 WITA

Warga Tamalanrea Tolak Pemindahan Proyek PSEL, Khawatir Dampak Lingkungan

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:11 WITA

Mahasiswi Unhas Angkatan 2024 Ditemukan Tewas di Kawasan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:36 WITA

Dua Jaksa Palsu di Makassar Jalani Sidang Perdana, Didakwa Halangi Kasus Penyidikan Korupsi

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:30 WITA

BPBD Makassar Siapkan 1.000 Tandon Air Hadapi Ancaman Kekeringan El Nino 2026

Kamis, 30 April 2026 - 16:51 WITA

Bursa Ketua Golkar Sulsel Mengerucut, Dua Nama Kantongi Restu DPP

Kamis, 30 April 2026 - 16:46 WITA

Konsolidasi Internal Belum Rampung, Musda Golkar Sulsel Kembali Tertunda

Berita Terbaru