Mufasyahnews.com, Makassar – DPRD Kota Makassar menjadwalkan pelaksanaan reses pimpinan dan seluruh anggota dewan pada 11 hingga 17 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi agenda penting bagi para legislator untuk menyerap aspirasi masyarakat yang nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan Kota Makassar tahun 2027.
Reses merupakan masa di mana anggota legislatif menghentikan sementara aktivitas persidangan atau rapat resmi untuk kembali ke daerah pemilihannya (dapil). Pada periode tersebut, para wakil rakyat bertemu langsung dengan masyarakat guna mendengarkan berbagai keluhan, kebutuhan, serta usulan pembangunan yang berkembang di wilayah masing-masing.
Selain menyerap aspirasi warga, reses juga bertujuan meninjau pelaksanaan program pembangunan di lapangan serta memperkuat komunikasi antara anggota dewan dengan konstituennya. Berbagai masukan yang diperoleh selama reses akan dibawa kembali ke DPRD untuk dibahas dan diperjuangkan melalui kebijakan maupun program pemerintah daerah.
Sekretaris DPRD Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba, mengatakan jadwal reses telah ditetapkan melalui rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Makassar. Saat ini, Sekretariat DPRD masih menyelesaikan sejumlah tahapan administrasi guna mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Melalui Badan Musyawarah DPRD Kota Makassar, pelaksanaan reses pimpinan dan seluruh anggota DPRD sudah dijadwalkan pada 11 sampai 17 Februari 2026. Saat ini kami sementara merampungkan seluruh tahapan administrasi terkait pelaksanaannya,” ujar Andi Rahmat saat ditemui di Gedung Sementara DPRD Makassar, Jalan Hertasning, Jumat (6/2/2026).
Menurutnya, waktu pelaksanaan reses dipilih menjelang bulan suci Ramadan sekaligus untuk mendukung proses penyusunan perencanaan pembangunan daerah tahun 2027 agar lebih terarah dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan usulan pembangunan yang dianggap prioritas di wilayah masing-masing. Partisipasi aktif warga dinilai sangat penting agar program yang dirancang pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat bawah.
“Kami berharap masyarakat di setiap daerah pemilihan dapat lebih aktif menyampaikan usulan-usulan pembangunan maupun kebutuhan yang ada di lingkungannya. Reses menjadi wadah bagi masyarakat untuk berkomunikasi langsung dengan wakil rakyatnya,” katanya.
Andi Rahmat menegaskan bahwa hasil reses nantinya akan menjadi salah satu referensi penting dalam proses penyusunan program kerja dan penganggaran Pemerintah Kota Makassar tahun 2027. Dengan demikian, aspirasi yang disampaikan masyarakat memiliki peluang untuk diakomodasi dalam kebijakan pembangunan daerah pada tahun mendatang.
Melalui pelaksanaan reses ini, DPRD Kota Makassar berharap tercipta sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan warga di seluruh wilayah Kota Makassar.












